Wagub : Perlu Inovasi untuk Komoditas Pertanian Sumbar

Ekonomi | 13 Maret 2019
Pertanian Sumbar

JAKARTA - Saat ini melihat perkembangan dunia dalam menindkatkan daya saing daerah dirasa perlu menciptakan berbagai inovasi dalam pengembangan dan memaksimalkan potensi sektor pertanian dan perkebunan Sumatera Barat, merupakan sesuatu keharusan guna memenuhi kebutuhan pasar dan masyarakat. 

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Nasrul Abit  pada acara pertemuan pemprov Sumbar dengan Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian RI di Pasar Minggu  Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Pada pertemuan kali ini Wakil Gubernur Sumatera Barat beserta OPD terkait yang hadir disambut oleh Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Dr. Ir. Muhammad Prama Yufdy, M.Sc. 

Lebih lanjut Wagub menyampaikan,  Sumatera Barat memiliki pontensi yang luar biasa pada sektor pertanian ini merupakan salah satu sektor pembangunan strategis dalam RPJMD Sumbar 2016-2021.

Selain ini sektor pertanian menjadi penting karena hampir 60 persen kehidupan masyarakat Sumbar dari sektor pertanian. Keseriusan Pemerintah Sumatera Barat dalam pengembangan sektor pertanian dengan memaksimalkan potensi yang dimiliki masyarakat Sumbar, tertuang dalam berbagai Program dan kegiatan di sektor pertaniaan. 

Karena itu hari ini Provinsi Sumatera Barat melakukan tindak lanjut kerjasama ke Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia, ungkap Nasrul Abit. 

Nasrul Abit juga mengatakan,  pada pertemuan di Balitbangtan Kementerian Pertanian yang menjadi fokus utama dalam pengembangan sektor pertanian di Sumatera Barat membutuhkan peningkatan Sektor produksi pertanian baik di sektor pangan seperti Jagung, padi, cabe, perkebunan kakao, kopi, serai wangi dan nilam serta hortikultura seperti bawang merah dan bawang putih yang nantinya menjadi harapan pemerintah Sumatera Barat dalam meningkatkan perekonomian serta kesejahteraan.

Masyarakat Sumatera Barat yang memiliki penduduk yang sebagian besarnya memiliki perekonomian dari berkebun dan bertani. 

Peningkatan produktifitas sektor pertanian dan perkebunan harus diawali dengan bibit unggul dan dari Balitbang Kementan bersedia membantu dalam penyediaan bibit unggul.

Saat ini Balitbangtan juga telah menyediakan seperti bibit padi Gogo, jagung, alpukat dan lain-lainnya yang memiliki produktifitas yang luar biasa yang sudah diinovasikan bukan hanya bibit namun dalam inovasi teknologi pengolahan hasil dari pertanian dan perkebunan, terangnya.

Wakil Gubernur Sumatera Barat dalam pertemuan dengan Balitbangtan menceritakan, bagaimana kultur budaya dan potensi yang dimiliki Sumatera Barat dalam pertanian merupakan modal utama yang harus di maksimalkan. 

Sehingga bisa mengikuti perkembangan dan inovasi dalam upaya meningkatkan perekonomian di Sumatera Barat bukan hanya dari hasilnya bisa juga dikembangkan menjadi agro wisata yang bisa dinikmati oleh wisatawan, pungkasnya.

Sekretaris Badan Litbangtan Ir. Muhammad Prahma Yufdy, MSc,  menyampaikan Balitbangtan Kementerian Pertanian RI akan membantu menyediakan bibit unggul untuk membantu meningkatkan produktifitas di Sumbar. 

Apakah itu dalam bidang pangan maupun hortikultura karena potensi yang dimiliki Sumatera Barat sangat bagus sekali untuk dikembangkan berbagai komoditi pertanian, ujarnya.(zar)