X

Universitas Indonesia Dorong Sawahlunto Jadi Warisan Dunia

News | 06 Desember 2018
Universitas Indonesia Gelar Seminar Tentang Sawahlunto

JAKARTA - Dorong menjadi Warisan Dunia Unesco, Universitas Indonesia berikan support Sawahlunto dengan maksimal. Bahkan, jajaran Pemerintah Sawahlunto dibuat tidak percaya atas perhatian hang diberikan.

Betapa tidak, usung tema 'Sawahlunto Menuju Kota Wisata Tambang Berbudaya', Universitas Indonesia melalui Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB), kampus terdepan di Indonesia itu menyelenggarakan seminar dan pameran.

"Pemerintah Sawahlunto amat tidak menyangka, perhatian yang diberikan Universitas Indonesia jauh melampaui yang kami bayangkan," ujar Walikota Sawahlunto, Deri Asta, di hadapan Dekan FIB Universitas Indonesia.

Tidak hanya memajang foto dalam ukuran besar, membuat selebaran, cenderamata khas, hebatnya lagi FIB Universitas Indonesia juga membuat miniatur lokomotif 'Mak Itam' yang menjadi magnet peserta seminar dan pengunjung pameran, mereka mengabadikan foto dengan 'Mak Itam'.

Kepada Dekan FIB Universitas Indonesia, Deri Asta mengucapkan terima kasih atas dukungan dan dorongan yang diberikan. Apalagi, FIPB juga merencanakan di awal 2019 akan menggelar pertemuan dan seminar di Kota Sawahlunto.

Dekan FIB Unuversitas Indonesia, Dr. Adrianus Laurens Gerung Waworuntu mengungkapkan, besarnya perhatian terhadap Sawahlunto, tidak terlepas dari potensi yang dimiliki kota seluas 279,5 kilometer persegi itu. Bagi Adrianus yang khusus berkunjung ke Sawahlunto, Juli lalu, melihat adanya kekayaan budaya yang tersimpan.

Mulai dari bangunan peninggalan bersejarahnya yang masih terjaga dan dapat digunkan, masyarakat yang beraneka ragam, serta poin utamanya, nilai sejarah yang dimiliki. 

Sebab, Eropa tentu sangat mengakui atas kontribusi Sawahlunto terhadap perkembangan industri di negara Eropa pada di abad 19 hingga 20.

Adrianus sangat meyakini UNESCO akan menjadikan Sawahlunto sebagai warisan dunia, tinggal menunggu waktu saja.

Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumbar, Nurmatias mengatakan, poin penting lainnya, hingga saat ini masyarakat Sawahlunto tetap berada di areal kawasan warisan dunia yang diusulkan. Artinya partisipasi dan keterlibatan masyarakat ada.

Wakil Walikota Sawahlunto, Zihirin Sayuti, yang tampil di seminar bertajuk Sawahlunto Menuju Kota Wisata Tambang Berbudaya itu mengungkapkan, Sawahlunto memiliki 119 cagar budaya, dimana 68 diantaranya ditetapkan pada 2007, 6 di 2014, dan sisanya 45 cagar budaya di 2017.

Pemerintah Sawahlunto, lanjut pria yang pernah 10 tahun mengemban amanah sebagai Sekda Sawahlunto itu, terus menjaga kelestarian warisan sejarah itu. Beberapa diantaranya direvitalisasi yakni, Komplek Dapur Umum yang kini disebut Museum Gudang Ransum, serta Lubang Tambang Mbah Soero.

Kini di 2018, Sawahlunto sedang dalam proses penilaian kota industri batu bara masa lalu, sebagaj warisan budaya dunia yang diakui UNESCO.

Ada tiga area yang mendukung kota industri batu bara masa lampau yakni, tambang batu bara, alat transportasi, serta daerah sekitar yang mendukung industri.

Wakil Walikota Zihirin Sayuti mengaku sangat berterima kasih mendapat kesempatan berbicara di hadapan mahasiswa, akademisi, serta komunitas budaya.(ril)