Terkendala Drainase, Hotel Ombilin Rampung 2020

Ekonomi | 05 November 2019
Hotel Ombilin Sawahlunto (dok)

SAWAHLUNTO - Renovasi hotel Ombilin masih dalam proses, system drainase menjadi kendala terhambatnya perbaikan hotel tertua di Kota Sawahlunto tersebut. Jika tidak ada aral melintang, tahun depan hotel Ombilin akan kembali beroperasi layanan yang lebih baik lagi.

Awalnya, hotel Ombilin berhenti melayani tamu sejak 2018, dengan melakukan renovasi untuk meningkatkan pelayanan menjadi hotel berbintang, dengan perencanaan akan rampung dan dapat beroperasi pertengahan 2019.

“Sesuai rencana memang pertengahan 2019, namun kita terkendala dengan system drainase yang menyatu dengan savety tank. Saat ini, kendala tersebut sedangkan diatasi,” ungkap Drektur Sumber Daya Manusia PT Bukit Asam, Joko Pramono kepada kabarita.co.

Menurut, pria kelahiran Klaten 1969 itu, tahapan renovasi hotel Ombilin yang melibatkan pihak lain tersebut, direncanakan akan rampung dan dapat kembali dioperasionalkan pada 2020 mendatang.

Bagi mantan Sekretaris PT Bukit Asam itu, perusahaannya tentu berkeinginan melakukan renovasi yang menghasilkan hotel representatif, sehingga mampu memberikan layanan maksimal bagi wisatawan.

Apalagi, hotel Ombilin sendiri juga merupakan bagian penting dari sejarah pertambangan batubara Sawahlunto. Tidak bisa tidak, hotel Ombilin juga turut menyaksikan masa-masa dimana Sawahlunto jaya dengan hasil tambang emas hitamnya.

Saat ini, hotel Ombilin Sawahlunto memiliki 17 kamar. Satu dari 17 kamar tersebut sudah selesai dilakukan renovasi. Melihat dari hasil renovasi tersebut, hotel Ombilin memang melakukan perubahan besar dalam pelayanan yang akan diberikan di masa yang akan datang.

“Alhamdulillah, satu dari 17 kamar yang dimiliki sudah selesai direnovasi, sedangkan 16 kamar lainnya sedang dalam proses. Sama-sama kita doakan, mudah-mudahan renovasi segera rampung, dan hotel Ombilin kembali ambil bagian pada pengembangan pariwisata kota ini,” pungkas lulusan UPN Veteran Jogjakarta tersebut.(efj)