TAHUN PERTAMA

Ulasan | 17 September 2019
Fadilla Jusman

HARI ini, tepat satu tahun lalu, 17 September 2018, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sawahlunto, Deri Asta – Zohirin Sayuti dilantik dan diambil sumpahnya, sebagai pemimpin kota seluas 279,5 kilometer persegi itu untuk periode 2018 - 2023.

Dalam satu tahun pertama, beberapa program unggulan yang menjadi target pasangan Deri Asta – Zohirin Sayuti sudah mulai direalisasikan. Dari catatan yang ada, terobosan yang dilakukan pemerintah mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi masyarakat sudah mulai disentuh dalam satu tahun pertama ini.

Komitmen pemerintahan Deri Asta – Zohirin Sayuti dalam memajukan sektor pendidikan dibuktikan sebelum 100 hari pertama, dengan pemberian beasiswa terhadap lulusan SLTA sederajat yang berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi yang berakreditasi A dan B.

Pemerintah Sawahlunto juga mendukung keberlangsungan rumah tahfidz. Setidaknya 8 rumah tahfidz mendapatkan dukungan yang diberikan bagi gaji guru tahfidz. Keberadan rumah tahfidz dinilai mampu membangun generasi yang berkarakter.

Sementara di sektor kesehatan, alokasi miliaran rupiah anggaran sebagai premi jaminan kesehatan bagi 35 ribu jiwa, juga menjadi komitmen pemerintah dalam memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat.

Dengan premi jaminan kesehatan itu, 98,05 persen masyarakat Sawahlunto yang telah memiliki jaminan kesehatan. Jumlah  itu menjadikan Sawahlunto mencapai Universal Health Coverage (UHC).

Universal Health Coverage merupakan program nasional yang memastikan masyarakat memiliki akses untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa harus mengahadapi kesulitan finansial. Hal ini ditunjang dengan pelayanan fasilitas kesehatan yang berkualitas.

Sementara itu, dari sektor perekonomian, Deri Asta – Zohirin memulainya dengan pemberian bibit gratis. Sebelum tutup 2018 lalu, ribuan bibit pinang dan manggis diserahkan secara cuma-cuma kepada petani.

Langkah yang tidak kalah menariknya, dari sisi penyediaan lapangan kerja, melalui Job Fair Sawahlunto, kerja sama dengan perusahaan konveksi dengan perusahaan Batam, serta menggelar pelatihan dan keterampilan.

Upaya yang dilakukan tersebut, dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi Sawahlunto, yang memang sejak lima tahun terakhir cendrung melambat. Badan Pusat Statistik melansir angka terakhir 2018, pertumbuhan ekonomi Kota Sawahlunto 5,54 persen dari 5,75 persen di tahun 2017.

Di 2014 dan 2015, pertumbuhan ekonomi kota ini berada di 6,08 persen dan 6,03 persen. Lalu, melambat menjadi 5,72 persen. Bila kita cermati, pertumbuhan disektor pertanian terus memperlihatkan perlambatàn dari 4,66 persen capaian tertinggi menjadi 2,06 persen di 2018. 

Deri Asta – Zohirin Sayuti mentargetkan pertumbuhan ekonomi menyentuh angka 6,5 persen dalam lima tahun kepemimpinan. Di awal kepemimpinan, pertumbuhan ekonomi (LPE) 'Kota Arang' masih berada di angka 5,78 persen.

Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD Kota Sawahlunto 2018 - 2023, LPE Sawahlunto pada satu tahun kepemimpinan, ditargetkan meningkat ke posisi 5,85 persen, tahun 2020 naik lagi menjadi 5,9 persen, 2021 menjadi 6,1 persen, 2022 ke angka 6,3 persen, sedangkan 2023 target akhir menjadi 6,5 persen.

Untuk mencapai target angka LPE 6,5 persen dalam satu periode kepemimpinan Deri Asta - Zohirin Sayuti, mulai meletakan pondasinya sejak awal menjabat 17 September lalu.

Dalam APBD Perubahan Sawahlunto 2018, Deri - Zohirin langsung mencantolkan program bantuan bibit di sektor pertanian. Begitu juga dengan pendidikan, dialokasikan beasiswa bagi mahasiswa yang berhasil masuk ke perguruan tinggi yang berakreditasi.

Deri Asta mengatakan, Musrenbang RPJMD 2018 - 2023 berisi terjemahan visi dan misi yang diusung pasangan Deri Asta - Zohirin Sayuti, yang mana terdapat 9 program unggulan, yang akan diterapkan selama 5 tahun ke depan. Dalam lima tahun ke depan, target angka kemiskinan bisa menjadi 1,9 persen. 

Sedangkan untuk angka produktifitas tenaga kerja ditargetkan meningkat menjadi 96,54 persen. Saat ini angka produktifitas tenaga kerja masih berada di posisi 86,44 persen.

Selain sektor ekonomi, perhatian terhadap kaum disabilitas dan masyarakat lanjut usia juga mendapatkan prioritas dari Deri Asta – Zohirin Sayuti.

Ditetapkannya Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto sebagai Warisan Dunia UNESCO tentu menjadi sebuah pencapaian besar, yang memiliki daya ungkit yang sangat kuat bagi Sawahlunto.

Label Warisan Dunia UNESCO akan menjadi poin penting, sekaligus menjadi ‘jualan’ bagi Sawahlunto, dalam menarik program-program pembangunan di level nasional, untuk dilaksanakan di kota berpenduduk 65 ribuan jiwa ini.

Pencapaian program unggulan yang direncanakan di bawah kepemimpinan Deri Asta – Zohirin Sayuti tentu sangat membutuhkan dukungan dan kerja sama semua lapisan masyarakat.

Masyarakat Sawahlunto tentu juga sangat mendukung terobosan-terobosan yang mampu memberikan kejutan-kejutan bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.

Semoga saja berbagai terobosan yang akan dilaksanakan Deri Asta – Zohirin Sayuti pada tahun kedua kepemimpinan mereka, terus memberikan dampak besar bagi masyarakat Sawahlunto.(Fadilla Jusman)

#harianhaluan #kolom #sawahlunto #literasi