Status Warisan Dunia UNESCO Mulai Berdampak

Ekonomi | 16 Juli 2019
Homestay

SAWAHLUNTO - Status Warisan Dunia yang disematkan UNESCO terhadap Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto atau sejarah pertambangan batu bara Ombilin Sawahlunto, mulai memberikan dampak.

Setidaknya itu dirasakan langsung pelaku usaha penyedia penginapan homestay di Kota Sawahlunto. Belum genap dua pekan dari penetapan menjadi Warisan Dunia, kota seluas 279,5 kilometer persegi itu mulai kedatangan turis Belanda.

“Alhamdulillah, kemarin ada wisatawan dari Belanda yang datang dan menginap selama empat malam di sini,” ungkap Syafina (57) pemilik homesyat Bunga kepada kabarita.co, Senin (15/7).

Nenek dua cucu itu mengungkapkan, wisatawan Belanda itu merupakan mahasiswa yang berkunjung ke Sawahlunto, mempelajari sejarah bekas tambang, terkait dengan penetapan bekas tambang Ombilin sebagai Warisan Duni UNESCO.

Syafina mengatakan sangat menyambut baik status Warisan Dunia yang disematkan UNESCO terhadap pertambangan batubara Ombilin tersebut. Ia sangat yakin, penetapan status itu akan memberikan dampak terhadap usaha yang sudah ditekuninya sejak empat tahun terakhir.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Homestay Kota Sawahlunto, Kamsri Benti mengatakan menyandang status Warisan Dunia UNESCO menuntut Sawahlunto untuk lebih berinovasi dalam melestarikan situs yang ada.

Sebagai pelaku usaha dan masyarakat, menurut pensiunan Dinas Pariwisata ‘Kota Arang’ itu, tentu sangat bersyukur. Sebab, Sawahlunto menjadi sorotan dunia internasional.

“Tentu bagi kami pelaku usaha homestay ini merupakan peluang, yang tentunya dibarengi dengan peningkatan standar pelayanan,” katanya.

Akan tetapi, terang wanita kelahiran 3 September 1953 itu, Pemerintah Sawahlunto tentu harus menyikapinya dengan pergerakan yang lebih kencang. Sebab, status yang disandang bukan main-main.

Bahkan, terangnya, disematkannya status Warisan Dunia merupakan langkah awal bagi Sawahlunto untuk melangkah ke arah yang lebih baik, yang menuntut inovasi dalam melestarikan situs yang ada.

Kamsri Benti sendiri tidak berharap, Sawahlunto sama dengan Warisan Dunia UNESCO lainnya, dimana mendapatkan sorotan karena tidak melakukan inovasi dan pelestarian terhadap situs yang ada, sehingga terancam untuk dicabut kembali.

“Kami berharap, dengan ditetapkannya sejarah pertambangan batu bara Ombilin Sawahlunto sebagai Warisan Dunia, pemerintah daerah menggandeng PT Bukit Asam, sebab sebagian besar situs merupakan milik perusahaan tambang tertua di Indonesia itu,” pungkasnya.(del)