Songket Silungkang kini Berlabel WBTb

Ekonomi | 20 Agustus 2019
Dirjen terima Songket Silungkang

SAWAHLUNTO - Kerajinan songket Silungkang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) nasional Indonesia. Selain sebagai pelestarian budaya masyarakat, label WBTb diharapkan memperlebar pasar kerajinan yang telah ada sejak ratusan tahun itu.

Songket Silungkang masuk dalam kategori domain kemahiran dan kerajinan, kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia, dinilai sangat layak ditetapkan menjadi warisan budaya nasional.

“Songket Silungkang ini kita daftarkan menjadi warisan budaya takbenda, sebagai langkah melestarikan kerajinan dan budaya masyarakat,” ungkap Walikota Sawahlunto, Deri Asta kepada kabarita.co.

Bagi Deri Asta, label WBTb merupakan langkah awal. Sebab dengan status WBTb nasional itu, songket Silungkang memiliki tiket memasuki fase yang lebih tinggi, yakni diajukan menjadi WBTb yang diakui UNESCO.

Penetapan songket Silungkang sebagai WBTb nasional, melalui sidang penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia, Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jumat (16/8).

Label WBTb nasional itu, menjadi bagian penting dalam promosi kerajinan dari tangan-tangan halus kaum hawa di kota yang kini berstatus Warisan Dunia UNESCO, akan membuka pangsa pasar songket Silungkang yang lebih luas.

Lebih jauh Deri Asta mengatakan, dalam era persaingan saat ini, butuh kreasi dan inovasi dalam me­ma­dukan tenun songket Si­lung­kang dengan berbagai mode serta kegunaan.

Jika itu terwujud, dipastikan akan menjadi produk lokal yang berdaya saing. Dan memperkuat lang­kah Sawahlunto mengem­balikan kejayaan Songket Si­lung­kang menjadi perhatian serius dari kementrian perdagangan.

“Karena, mengembalikan kejayaan songket, dinilai akan sanggup mengangkat budaya Indonesia serta menjadi primadona ekonomi masya­rakat Kota Sawahlunto sen­diri,” tambahnya.

Sebelumnya, kementerian terkait telah  mensupport langkah Sawahlunto itu, melalui ivent-ivent yang diharapkan, dapat memperkenalkan tenunan songket Silungkang kepada seluruh masyarakat Indonesia dan dunia international.

Sehingga, melalui ke­raji­nan tenun songket Silungkang, akan mampu mendorong tum­buh dan kembangnya Usaha Kecil dan Menengah untuk meningkatkan perekonomian masyarakatnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Permuseuman Peninggalan Bersejarah dan Kebudayaan Kota Sawahlunto, Sarlina Putri yang turut hadir dalam penetapan songket Silungkang menjadi WBTb nasional itu menyebutkan, songket Silungkang menjadi satu dari 267 karya budaya sebagai WBTb nasional.

Sebelumnya, telah dilakukan beragam tahapan mulai dari pendaftaran, verifikasi lapangan, peninjauan langsung, dan terakhir sidang penetapan terhadap 272 karya budaya dari seluruh Indonesia yang diajukan menjadi WBTb.

Dalam sidang yang berlangsung maraton 13 hingga 16 Agustus 2019 itu, sidang akhirnya menetapkan songket Silungkang sebagai Warisan Budaya Takbenda. Label itu tentu akan semakin menyemarakan helat Sawahlunto Internasional Songket Silungkang Carnival (SISSCa), yang akan digelar pekan pertama September mendatang.(rel)