X

Seduhan Kopi Resmikan Rumah Kreatif BUMN Sawahlunto

Ekonomi | 01 Desember 2018
Kopi Rumah Kreatif BUMN

LAPSEG -  Segelas kopi robusta dengan seduhan ala barista pemula, menjadi pembuka dari peresmian Rumah Kreatif BUMN, di kawasan Lapangan Segitiga Sawahlunto, Sabtu (1/12).

Kopi yang menghadirkan aroma khas itu, membuat Walikota Sawahlunto, Deri Asta dan mantan Menteri Menpan RB, Asman Abnur melepaskan penat di sela-sela rangkaian peringatan 130 tahun Hari Jadi Kota Sawahlunto.

“Ada cita rasa khas dalam kopi rumah kreatif ini,” ungkap Deri Asta dan Asman Abnur kepada Assisten Manajer Bina Mitra dari Satuan Kerja  CSR, PT Bukit Asam Tbk, Mustafa Kamal.

Mustafa Kamal mengungkapkan, kopi yang diseduh oleh barista muda itu, merupakan salah satu produk unggulan dari Rumah Kreatif BUMN di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, yang dihadirkan dalam peresmian Rumah Kreatif BUMN di Kota Sawahlunto.

Di Sawahlunto sendiri, lanjut Mustafa Kamal, pihaknya mengusung 6 produk unggulan, mulai dari Minyak Tanak Talawi, Kerupuk Ubi Kubang, Bumbu Pecel Sikalang, Dendeng Batokok Muaro Kalaban, dan Songket Silungkang serta Homestay.

“Rumah Kreatif BUMN akan mendorong UMKM, termasuk perizinanindustri rumah tangga, BPOM, serta standar halal produk,” ujar Mustafa Kamal kepada kabarita.co.

Target Rumah Kreatif BUMN sendiri, lanjut lulusan Sekolah Teknik Tambang Menengah (STTM) 1993 itu, meningkatnya omset UMKM dan serapan tenaga kerja di sektor UMKM semakin bertambah.

“Omset UMKM dan serapan tenaga kerja, menjadi rapot Rumah Kreatif BUMN dalam dua tahun ke depan. Meski demikian, kami berharap dalam enam bulan sudah memberikan dampak yang signifikan dengn mandirinya UMKM yang dibina,” tambah Mustafa.

Di luar itu keenam UMKM yang disasar, Rumah Kreatif BUMN yang memberikan pembinaan mulai dari pelatihan, pendampingan dan promosi itu, juga berusaha melahirkan pabrik kemasan, yang mendukung pengembangan produk UMKM itu sendiri.  

Khusus untuk homestay, lanjut Mustafa Kamal, pihaknya ingin menjadikan homestay sebagai ikon nasional. Sebab, tidak banyak homestay seperti di Sawahlunto yang mampu berkembang di nusantara. Padahal, di beberapa daerah yang mengembangkan sektor pariwisata, masih membutuhkan dukungan penginapan seperti homestay.

Pembinaan Rumah Kreatif BUMN, dimulai dari pelatihan, manajemen dan pengemasan dilakukan, juga akan mempromosikan produk BUMN yang hadir melalui sistem online dan offline.

Untuk offline, Rumah Kreatif BUMN akan menghadirkan produk UMKM secara fisik. Untuk menggenjot pemasaran secara nasional tanpa batas, dilakukan pemasaran online.

Asman Abnur sendiri mengapresiasi berdirinya Rumah Kreatif BUMN di Sawahlunto, yang dapat mendorong perbaikan dan peningkatan omset UMKM Sawahlunto ke depan. Langkah ini, ujarnya, sangat diperlukan dan didukung pemerintah.

Sementara it, Walikota Sawahlunto, Deri Asta mengatakan, kehadiran Rumah Kreatif BUMN sangat membantu pemerintah, dalam upaya mendorong peningkatan ekonomi masyarakat. “Tentu pemerintah daerah akan sangat terbantu dan ikut mendorong perkembangan Rumah Kreatif BUMN ini ke depan,” pungkasnya.(rel)