Sawahlunto Mulai Laksanakan Sebagian Rekomendasi ICOMOS

News | 06 Desember 2019
UNESCO

SAWAHLUNTO - Pemerintah Kota Sawahlunto mulai menuntaskan sebagai catatan penting International Council on Monuments and Sites (ICOMOS). Setidaknya 7 berkas penetapan cagar budaya nasional sudah disampaikan kepada Subdit registrasi nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Ketujuh berkas yang disampaikan itu, terkait dengan rekomendasi ICOMOS sebagai Organisasi Internasional Non-pemerintah yang didedikasikan untuk Konservasi Monumen dan Situs Dunia.

Berkas yang diserahkan itu meliputi, pertama saran ICOMOS untuk tidak melakukan penambangan di zona inti maupun penyangga. Untuk hal itu, kantor UNESCO Jakarta akan melakukan kajian terhadap peraturan perundangan yang berlaku, untuk tambang dan situs warisan dunia.

“Sehingga adanya solusi terbaik yang diharapkan tidak akan merugikan pihak2 terkait,” ungkap Rahmad Gino Sea Games, Kasi Peninggalan Bersejarah, Dinas Kebudayaan Permuseuman Peninggalan Bersejarah Kota Sawahlunto kepada kabarita.co.

Kedua, lanjut Gino, Sawahlunto juga sudah membuat draft Perwako sebagai pedoman pelestarian dan pelindungan kota tambang Sawahlunto ke depan. Berikutnya, ketiga terkait dengan penelitian dan kajian maupun update peta dilakukan secara bertahap mulai tahun 2019 hingga 2021.

Kegiatan itu dilakukan beberapa lembaga baik kerjasama maupun bantuan program kegiatan masing-masing pihak. Untuk poin keempat, dilakukan penyiapan draft program konservasi untuk masing-masing atribut.

Begitu juga dengan penyusunan draft strategi pariwisata berkelanjutan yang menjadi poin kelima juga telah dilaksanakan. Selanjutnya, Sosialisasi kepada pihak terkait yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumbar dan Pemerintah Kota Sawahlunto sendiri.

Terakhir, bersama Pemerintah Provinsi Sumbar, Kota Sawahlunto juga telah melakukan peningkatan sumber daya manusia (SDM) pelaku wisata dan budaya, yang akan menjadi pendukung penting dalam upaya merawat dan menjaga situs-situs yang ada.

“Langkah yang sangat penting saat ini penyediakan pusat informasi warisan dunia di pusat kota lama Sawahlunto, agar pengunjung mendapatkan informasi situs secara benar,” pungkas Gino.(ejf)