Sawahlunto Bakal Revitaliasi Aset Produktif

Ekonomi | 21 April 2019
Mesin Tenun Modern

SAWAHLUNTO – Pemerintah Kota Sawahlunto mulai membidik aset milik daerah yang layak atau produktif untuk direvitalisasi.

Langkah itu dimulai dengan melakukan peninjauan peralatan tenun modern, yang berada di bawah Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Industri Kecil Menengah, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindag) ‘Kota Arang’, yang berada di kawasan Desa Muaro Kalaban, Kecamatan Silungkang.

Mesin peralatan tenun modern, yang merupakan bantuan pemerintah pusat itu, kini tidak lagi beroperasi. Ketika dikunjungi Walikota dan Wakil Walikota, Deri Asta – Zohirin Sayuti, Kamis (18/4/2019), kondisi mesin yang mulai kusam, berdebu dan sedikit dihinggapi jaring laba-laba.

Teknisi mesin tenun modern itu mengaku mesin tidak efektif serta biaya operasional produksi juga sangat tinggi, dua hal itulah yang menjadi kendala utama sehingga kegiatan operasional dihentikan.

Menanggapi hal itu, Walikota Deri Asta langsung mengambil langkah - langkah  agar operasional UPTD tersebut dapat berjalan kembali. Sebab jika tidak, sangat disayangkan, mengingat mesin yang ada sudah modern dan berpotensi menunjang produksi kain tenun.

"Karena itu, pemerintah akan melakukan perbaikan, penggantian dan penambahan berbagai mesin serta item pendukung kinerja produksi lainnya supaya UPTD ini dapat aktif kembali. Kalau bisa, secepat mungkin, jadi kita coba masukkan anggarannya di Perubahan APBD 2019 ini," sebut Deri Asta.

Deri Asta juga menginstruksikan Disperindag, agar bergerak cepat melakukan inventarisir peralatan apa yang perlu diperbaiki, diganti atau ditambah. Kemudian juga melakukan field study untuk kelengkapan revisi laporan ke Kementerian terkait.

"Juga kepada Disperindag diminta untuk dilakukan juga penghitungan (riset), tentang pangsa pasarnya bagaimana,” ungkapnya.

Jadi nanti setelah perbaiki dan aktif kembali, mesin tenun modern ini bisa menarik pasar. Ada peningkatan daya beli. Karena dengan memasukkan anggaran, tentu pemerintah juga berharap ada imbal balik keuntungan, yang dapat masuk sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD) .

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Disperindag, Marwan mengatakan bahwa mesin - mesin yang ada di UPTD Industri Kecil Menengah ini merupakan mesin untuk produksi kain tenun sejak awal pencelupan sampai pada pengerjaan akhir.

Seusai peninjauan di UPTD Industri Kecil Menengah itu, rombongan melanjutkan peninjauan ke pabrik tenun Songket Silungkang 'Jembatan Merah'. Di sana, Walikota Deri Asta dan jajarannya melihat proses produksi tenun songket yang juga menggunakan peralatan mesin.

Dalam perjalan pulang ke kantor, rombongan juga menyempatkan diri singgah di Toko Songket 'INJ' dan 'AINA'. Di 2 toko tersebut, Walikota Deri Asta menanyakan terkait kondisi terkini aktifitas jual beli songket Silungkang.(faj)