Rico Alviano, Perjuangkan Sawahlunto Dalam APBD Sumbar 2020

Politik | 11 November 2019
Bersama masyarakat survey embung

SAWAHLUNTO - Bak oase di tengah gurun, keberadaan anggota DPRD Sumbar yang berasal dari Kota Sawahlunto, menjadi harapan dalam pembangunan kota ke depan. Terutama dalam kondisi keuangan daerah yang tengah mengalami defisit saat ini.

Meski belum bisa maksimal, anggota DPRD Sumbar, Rico Alviano, berusaha untuk utak-atik merevisi plafon anggaran APBD Sumbar tahun 2020, yang sudah terkunci karena sudah ditetapkan dan disahkan DPRD Sumbar periode 2014 – 2019 lalu.

“Tahun 2020, kita belum bisa maksimal mengalokasikan anggaran untuk program pembangunan di Kota Sawahlunto. Namun kita akan terus berusaha untuk mendapatkannya,” ungkap Rico Alviano, Senin (11/11/2019).

Meski demikian, politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu meyakini, dirinya akan bisa memperjuangkan program pembangunan di Kota Sawahlunto tahun depan, dalam APBD Sumbar 2020, setidaknya minimal Rp20 miliar.

Anggaran minimal Rp20 miliar itu, terangnya, akan diusulkan untuk tiga kegiatan. Mulai dari pembangunan embung di Desa Kolok Nan Tuo, ruas jalan Sangkarewang, serta ruas jalan Lapangan Segitiga menuju Guguk Cino.

Untuk embung sendiri, Rico Alviano bersama Dinas PSDA Sumbar telah melakukan survey investigasi, dengan melibatkan ninik mamak dan masyarakat penerima manfaat secara langsung.

Embung yang direncanakan akan diajukan dengan anggaran Rp8 miliar itu, diproyeksikan mampu mendukung sector pertanian di Desa Kolok Nan Tuo. Begitu juga dengan ruas jalan Sangkarewang, diharapkan akan mampu mendukung pengembangan sektor pertanian dan perkebunan.

Sementara itu, untuk ruas jalan Lapangan Segitiga Sawahlunto menuju Guguk Cino atau perbatasan Sawahlunto dengan Tanah Datar, ditujukan untuk perbaikan sarana prasarana akses transportasi masyarakat.

Sebenarnya, Rico Alviano tengah berjuang melakukan pelebaran ruas jalan dari perbatasan Sawahlunto Tanah Datar menuju Payakumbuh. Hal itu ditujukan untuk memperbaiki akses transportasi dalam menunjang pariwisata Sumbar.

Bagi Rico Alviano, akses sarana prasarana jalan di Sumbar, menuju Kota Sawahlunto harus mendapatkan perhatian khusus. Bukan karena Sawahlunto tanah kelahirannya, tapi Rico Alviano melihat status Warisan Budaya Dunia yang disematkan UNESCO terhadap sejarah pertambangan batubara Ombilin, harus mendapatkan dukungan.

“Sawahlunto yang menjadi bagian penting Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto, tentu harus mendapatkan dukungan dan dorongan khusus. Sebab, tidak hanya nasional, namun dunia juga sedang menyorot Sawahlunto,” tambahnya.

Sementara itu, untuk anggaran APBD Sumbar 2021, pria yang baru saja diamanahkan memimpin DKW Garda Bangsa Sumbar itu, yakin akan dapat membawa lebih banyak program atau anggaran untuk pembangunan Kota Sawahlunto, yang merupakan satu dari lima daerah pemilihannya dalam pemilihan egislative 2019 lalu.(efj)