PT. SDI Hadirkan Jadikan Ponggok Jadi Motivator

Ekonomi | 28 Januari 2019
Pemotongan Tumpeng PT. SDI

PADANG – Pemotongan tumpeng menjadi tandai beroperasinya PT. Smart Desa Indonesia, perusahaan hadir sebagai konsultan dalam mendorong percepatan pertumbuhan pelayanan desa atau nagari, serta membangun badan usaha.

Dalam launching yang dihadiri pemerintahan desa dan nagari dari beberapa kabupaten kota di Sumatera Barat, PT. Smart Desa Indonesia memboyong Sekretaris Desa Ponggok, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah.

Desa Ponggok menjadi motivasi bagi desa dan nagari di Sumatera Barat, yang memiliki perkembangan pesat dalam bidang pelayanan dan pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

BUMDes Desa Ponggok, yang hadir dan tumbuh dengan mengelola potensi pariwisata itu, berdiri sejak 2009 lalu. Dalam perkembangannya, BUMDes Desa Ponggok bisa meraih pendapatan asli desa, sebesar Rp16,5 miliar.

Sekretaris Desa Ponggok, Yani Setiadiningrat mengatakan, desa dan nagari di Indonesia, harus memanfaatkan dana desa yang diberikan pemerintah, dengan membangun BUMDes maupun BUMNag, yang akan menjadi sumber pendapatan desa atau nagari ke depan.

“Saya melihat, dana desa yang dikucurkan ini sifatnya stimulan dan belum tentu akan terus diberikan pemerintah. Makanya, desa atau nagari harus kreatif memanfaatkan dana yang ada dengan membangun badan usaha,” ujar Yani.

Untuk itu, terang pria yang hampir setiap pekan menjadi pembicara di berbagai forum desa dan nagari itu, pemerintahan terdepan harus berani mencari peluang usaha. Tidak hanya melakukan pembangunan dalam bentuk fisik saja, ekonomi juga harus dibangun.

Yani menceritakan, pendapatan asli desa Ponggok saat ini, mencapai Rp16,5 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan dana desa yang dikucurkan pemerintah, yang masih berada di kisaran Rp4 miliar.

Komisaris bersama Direktur Utama PT. Smart Desa Indonesia, Pitroki dan Adi Rahmatsyah mengatakan, kehadiran Smart Desa Indonesia untuk membantu seluruh desa dan nagari, dalam memberikan pelayanan serta membangun usaha yang menjadi sumber pendapatan desa dan nagari ke depan.

“Smart Desa Indonesia hadir untuk mensupport pemerintah dalam menerapkan program yang ada, terutama di level pemerintah desa dan nagari,” ujar Pitroki dan Adi Rahmatsyah.(fad)