Potensi Wisata, Masyarakat Saringan Lirik Puncak Rimbo Sakti

News | 05 Desember 2019
Kawasan Puncak Rimbo Sakti

SAWAHLUNTO - Puncak Rimbo Sakti dilirik masyarakat Kelurahan Saringan, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto, untuk dijadikan kawasan wisata, yang bisa dikelola dan dimanfaatkan ke depan.

Selain memiliki keindahan, Puncak Rimbo Sakti juga memiliki cerita yang menarik. Agaknya itu pula yang membuat Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Lembah Makmur Jaya, Kelurahan Saringan, berupa menjadikan kawasan tersebut menjadi destinasi wisata baru.

“Kawasan ini menawarkan keindahan pemandangan pusat kota Sawahlunto, yang tidak kalah menariknya dibandingkan dengan yang lain,” ungkap Ketua Pokdarwis Lembah Makmur Jaya, Yurmiadi kepada kabarita.co.

Dalam pengembangannya, saat ini kawasan Puncak Rimbo Sakti mulai merintis dan menggarap dengan kekuatan swadaya masyarakat. Awalnya, masyarakat merencanakan kawasan tersebut menjadi kawasan berkemah.

Camat Barangin, Zainul Anwar ketika melakukan survey bersama Lurah Saringan, Mulyadi mengatakan sangat mendukung langkah Pokdarwis dalam usaha mengembangkan kawasan Puncak Rimbo Sakti menjadi kawasan wisata.

“Kawasan ini seperti mutiara yang terpendam. Harus dikelola dan ditata dengan apik, sehingga mampu tampil menjadi kawasan wisata yang memberikan dampak terhadap masyarakat Saringan khususnya, dan Sawahlunto umumnya,” terang pria yang akrab disapa Ujang tersebut.

Zainul Anwar mengungkapkan, sebagai dukungan dari pemerintah terdepan, Kelurahan Saringin akan mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jalan menuju kawasan tersebut.

Setidaknya, dalam tahun 2020 mendatang, Kelurahan Saringan akan mengalokasikan sekitar Rp70 juta, yang dapat dimanfaatkan untuk pembelian material. Sedangkan untuk pembangunan jalan sendiri, akan dilakukan secara swadaya masyarakat.

“Dana yang dialokasikan untuk pembelian meterial saja, sedangkan upah tidak dibayarkan. Artinya pembangunan dilakukan dengan pola swadaya melibatkan masyarakat,” ungkap Zainul Anwar bersama Mulyadi.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Sawahlunto, Al Kausar Akbar, potensi yang dimiliki layaknya Kelurahan Saringan tersebut, harus digali di setiap desa dan kelurahan yang ada.

Sebab, dengan memiliki satu saja objek wisata di setiap desa atau kelurahan, masyarakat setempat akan dapat merasakan langsung manfaat dan dampak dari pariwisata yang sudah didengungkan sejak delapan belas tahun silam tersebut.

Bagi Al Kausar, pariwisata yang dikembangkan harus berbasis masyarakat. Ide pengembangan dari masyarakat, dikelola masyarakat, dan dampaknya juga akan dirasakan masyarakat.

Dibalik itu semua, Puncak Rimbo Sakti sendiri memiliki cerita tersendiri. Di tengah masyarakat, kawasan tersebut terbilang menyimpan misteri, dengan cerita kuburan panjang yang dimilikinya.

Penduduk setempat mengatakan, dinamakan Puncak Rimbo Sakti karena menyimpan misteri adanya sebuah kuburan sepanjang 3 meter. Namun, kuburan hanya dapat ditemukan jika sedang tersesat.

“Di situ menariknya, orang-orang yang pernah bercerita tentang kuburan tersebut, hanya mereka yang pernah tersesat. Jadi sangat sulit untuk menemukannya. Musti tersesat dulu,” ungkap Camat Barangin, Zainul Anwar bercerita.(efj)