Politisi Perempuan Dominasi Kursi Pimpinan Dewan

News | 19 Juli 2019
DPRD Sawahlunto

SAWAHLUNTO - Komposisi pimpinan DPRD Kota Sawahlunto periode 2019 - 2024 bakal berubah drastis. Dua dari tiga kursi pimpinan dewan bakal diisi politisi perempuan.

Ketiga kursi pimpinan dewan yang akan mengabdi untuk lima tahun ke depan, setelah nantinya direncanakan dilantik 12 Agustus 2019, berasal dari Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Golkar.

Dari data yang dihimpun Haluan dari salah satu hasil rekap partai di Kota Sawahlunto, PKPI dan PPP sama-sama meraih kursi terbanyak dengan masing-masing tiga kursi di gedung dewan. 

Hanya saja total suara PKPI untuk DPRD Kota Sawahlunto lebih unggul dibandingkan dengan PPP. Data yang dihimpun Haluan, total suara PKPI sebanyak 4.824 suara. Sementara PPP memperoleh 4.454 suara, atau selisih 370 suara. Sedangkan Partai Golkar memperoleh suara terbanyak ketiga dengan total 4.199 suara.

Sekretaris Dewan Pimpinan Kota (DPK) PKPI Sawahlunto, Adrizal kepada kabarita.co mengungkapkan, partainya baru akan menggelar pleno terkait usulan pimpinan di legislatif, Senin (22/7/2019) pekan depan.

"Insha Allah, Senin besok kami akan melakukan pleno untuk menentukan siapa yang akan diputuskan menjadi pimpinan di DPRD Kota Sawahlunto. Hasil pleno nantinya akan disampaikan ke DPP PKPI melalui pengurus provinsi," ujar Adrizal.

Adrizal mengungkap dari tiga calon yang diusung PKPI dan lolos mendapatkan kursi masing-masing, Eka Wahyu yang meraih 1.261 suara pribadi di daerah pemilihan (Dapil) I Sawahlunto, di Kecamatan Barangin.

Eka Wahyu saat yang kini juga anggota DPRD Kota Sawahlunto itu, menjabat sebagai Wakil Bendahara DPK PKPI Sawahlunto.

Masrisal daerah pemilihan (Dapil) II Sawahlunto meriah suara pribadi sebanyak 1.112 suara di Dapil II Sawahlunto. Masrisal sendiri merupakan Ketua DPC Kecamatan Talawi PKPI Kota Sawahlunto.

Selanjutnya Masril, pria yang sebelumnya Kepala Desa Muaro Kelaban itu meraih 592 suara. "Masril sendiri merupakan kader yang baru bergabung dengan PKPI Sawahlunto," ungkap Adrizal.

Meski PKPI Sawahlunto baru akan menggelar pleno penentuan siapa yang akan diajukan menjadi pimpinan, namun besar kemungkinan amanah itu akan disandang Eka Wahyu. 

Wanita yang kini incumben terpilih anggota DPRD Sawahlunto untuk kedua kalinya itu, merupakan satu-satunya berstatus pengurus PKPI di level kota.

Jika pleno PKPI Sawahlunto menyepakati Eka Wahyu sebagai pimpinan, maka dipastikan politisi perempuan itu akan memegang palu Ketua DPRD Kota Sawahlunto untuk lima tahun ke depan.

Sementara itu, partai PPP Kota Sawahlunto dipastikan akan memgusung Jaswandi, incumben terpilih yang kini menjabat Sekretaris DPC PPP Kota Sawahlunto. Sementara Ketua DPC PPP Sawahlunto sendiri tidak mendapatkan tiket untuk kembali menjadi wakil rakyat.

Sedangkan Partai Golkar sendiri, sudah melakukan pleno dan menentukan Elfia Rita Dewi, incumben terpilih yang juga menjabat Sekretaris DPD Partai Golkar Sawahlunto.

"Golkar sudah memutuskan melalui pleno, Elfia Rita Dewi yang akan diajukan sebagai pimpinan dari Golkar untuk DPRD Sawahlunto ke depan," ujar Ketua DPD Partai Golkar Sawahlunto, Ali Yusuf.(del)