PKS Sawahlunto Fokus 4 Sektor

Politik | 10 Juni 2019
PKS Sawahlunto

SAWAHLUNTO - Sektor pendidikan, pertanian, sosial dan agama menjadi fokus utama Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Sawahlunto, dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat di gedung parlemen.

Hal itu ditunjukan dalam kebijakan yang dituangkan DPD PKS Kota Sawahlunto, dalam pokok pikiran yang diajukan setiap anggota parlemen dalam program pembangunan di APBD Kota Sawahlunto.

"Tentu semua sektor harus diangkat, hanya saja PKS sedikit lebih fokus untuk program sosial, pendidikan, pertanian dan agama," ungkap anggota Fraksi PKS - PKPI DPRD Sawahlunto, Lazwardi kepada kabarita.co, Senin (10/6/2019).

Menurut Penasehat DPD PKS Sawahlunto, partainya lebih fokus kepada empat sektor tersebut, dengan pertimbangan kebutuhan dan keinginan masyarakat.

Lazwardi mengatakan, dirinya sendiri mengajukan pokok pikiran dewan, sepanjang 2018  meliputi bedah rumah untuk 20 unit, pembangunan mesjid, serta bantuan alat pertanian bagi kelompok tani.

Sementara 2019, Bapak empat anak kelahiran 3 Maret 1965 itu memperjuangkan pokok pikiran dewannya berupa pembangunan mushalla, program melanjutkan pembangunan panti jompo, serta pemasangan listrik gratis bagi keluarga kurang mampu.

"Program tersebut diajukan melalui pokok pikiran di DPRD Sawahlunto. Di luar itu, kami juga melakukan pengajuan program melalui anggota DPRD Sumbar dan DPR RI," kata pria yang kembali terpilih dalam pemilihan legislatif April 2019 lalu.

Bagi pria penggiat koperasi itu, sektor pertanian, pendidikan, sosial dan agama merupakan sektor dasar, yang harus mendapatkan perhatian besar dari pemerintah.

Untuk pertanian, menurutnya, selain untuk menggenjot semangat dan ekonomi petani, tentunya juga menjaga kebutuhan pasokan kebutuhan komoditas pertanian dalam daerah.

Apalagi, lanjutnya, 70 persen kawasan Sawahlunto merupakan lahan pertanian.

Sementara untuk sektor agama dan pendidikan, terbilang sejalan dalam membangun generasi muda Sawahlunto yang berkarakter ke depannya. Sebuah investasi jangka panjang bagi kota, dalam mempersiapkan Sawahlunto ke depan.

Sementara untuk sosial, merupakan bagian dari upaya pemerataan kesejahteraan di tengah masyarakat. Sebab, di kota seluas 279,5 kilometer persegi ini, masih banyak masyarakat yang tinggal di rumah tidak layak huni serta belum diterangi listrik.(del)