Pemko Siapkan Rp9 M, RSUD Sawahlunto Buka Donasi Penanganan Covid 19

News | 03 April 2020
RSUD Sawahlunto Buka Donasi

SAWAHLUNTO – RSUD Sawahlunto membuka donasi untuk penanganan sebaran virus covid-19, dengan menerima sumbangan masker dan alat pelindung diri (APD). Sementara Pemerintah Kota Sawahlunto menyatakan menyiapkan Rp9 miliar anggaran untuk penanganan sebaran virus yang bermulai dari negeri China tersebut.

Seperti yang dirilis Humas Setdako Kota Sawahlunto, Hanriagus Yusra Kasi Pemasaran dan Humas RSUD Sawahlunto menjelaskan bahwa setiap tahun, RSUD selalu menganggarkan dana untuk pengadaan APD seperti 1000 masker dan Covered All Suit (CAS) untuk kebutuhan setahun, termasuk di tahun ini.

Namun saat ini, masker dan CAS yang sesuai standar medis, langka. Akibatnya pemesanan masker dan APD dari RSUD Sawahlunto belum bisa dipenuhi hingga saat ini oleh distributor.

"Orderan kita sejak Januari dalam waiting list alias digantung oleh distributor resmi. Sementara untuk membeli APD kepada distributor tidak resmi, tidak diizinkan, melanggar regulasi," papar Hanry.

Langkanya APD di RSUD menjadi dilema di tengah perang menghadapi corona virus. Tak ada APD berarti tak ada tameng bagi tenaga medis yang berdiri di garda depan perjuangan ini.

Hanry mengungkapkan, langkanya masker dan APD, membuat perawat yang bertugas di ruang isolasi pun rela harus memakai APD dengan berulang. Padahal, masker dan APD yang seperti baju astronout itu, hanya untuk sekali pakai.

Misalnya ketika perawat masuk ke dalam ruang isolasi untuk mencek atau treatmen pasien, setelah selesai dan keluar dari ruang tersebut, mereka harus melepas dan membuang semua APD tadi, karena ada kemungkinan virus menempel pada APD.

“Karena jeritan paramedis ini, kami manajemen RSUD bergerak membuka donasi untuk mendapatkan sumbangan Masker dan APD dari berbagai pihak, sehingga petugas medis bisa bekerja dengan nyaman,” katanya.

Sebelumnya, Wali Kota Sawahlunto, Deri Asta seperti dilansir di beberapa media online, menyatakan pemerintah tengah menyiapkan anggaran sebanyak Rp9 miliar untuk penanganan corona ini.

Bahkan, Rp473 Juta diantaranya sudah dicairkan untuk pembelian alat pelindung diri dan perlengkapan lainnya untuk tenaga kesehatan dan medis, serta penambahan pembelian desinfektan dan hand sanitizer. 

Deri Asta sendiri menyampaikan, segala upaya pencegahan dilakukan semaksimal mungkin oleh pemerintah.(sap)

Editor: Fadhly Piliang