Pemdes Diminta Turut Serta Dalam Pencegahan Narkoba

News | 11 April 2019
BNN Sawahlunto

SAWAHLUNTO – Pemerintah desa diminta untuk turut serta dalam pencegahan peredaran narkoba, melalui fungsi regulasi, sosialisasi dan pencegahan lainnya.

Hal itu disampaikan Wakil Walikota Sawahlunto, Zohirin Sayuti dihadapan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), se Kota Sawahlunto, di Hotel Ombilin, Kamis (11/4/2019).

Zohirin menilai, gerakan mencegah narkoba, sangat strategis dengan memberdayakan Pemerintahan desa dan kelurahan, sebagai ujung tombak terdepan pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

"Cara terbaik menghadapi narkoba itu adalah dengan mencegahnya. Jangan berikan peluang sekecil apapun. Sebab itulah, desa dan kelurahan sebagai unsur terdepan pemerintahan harus tampil proaktif mencegah narkoba ini ke tengah-tengah masyarakat,” ujar Zohirin.

Selain itu, menurut pria yang pernah mengemban amanah sebagai sekretaris daerah di ‘Kota Arang’ itu, sejalan juga dengan program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN)

Sekarang ini, tambahnya, semua lini dituntut untuk lebih peka dengan generasi muda ini. Bukan berburuk sangka atau terlalu membatasi gerak mereka, tapi bagaimana tetap peka dan ada kewaspadaan. Sebab jika lengah, maka bahaya narkoba itu sudah mengintai.

Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK Sawahlunto, Kapten. Inf. Muryanto dalam laporannya menyatakan bahwa dalam Rakor tersebut materi yang dibahas yakni terkait peranan Pemdes dan kelurahan dalam mencegah penyalahgunaan narkoba.

Dalam kesempatan itu, pihak BNN juga kembali menginformasikan kembali bahwa jika ada masyarakat yang menjadi pemakai narkoba, untuk segera mendatangi BNN guna mendapatkan rehabilitasi.

"Jika pemakai ini melapor ke BNN, maka sesuai regulasi itu kita rehabilitasi, tidak diproses hukum. Berbeda jika tertangkap, itu tentu sudah jelas harus diproses hukum," kata Muryanto.(del)