Pemberitaan Covid19 di Sawahlunto Berbuntut Panjang

News | 31 Mei 2020
Tumpak Abdurrahman di PWI Sawahlunto

SAWAHLUNTO -  Pemberitaan terhadap perkembangan penanganan pandemi Covid-19 di Kota Sawahlunto berbuntut panjang.

Komentar negatif atas pemberitaan yang dilakukan media dan wartawan, terkadang dikomentari negatif, bahkan melebar hingga penghinaan terhadap profesi wartawan.

Agaknya hal itu yang dialami, Tumpak Abdurrahman, wartawan padangmedia.com itu, harus melaporkan beberapa netizen yang berkomentar negatif atas pemberitaan yang dipostingnya di salah satu group di media sosial.

“Pengaduan ini merupakan itikad baik pribadi saya terhadap netizen yang berkomentar negatif terhadap pemberitaan dan penghinaan terhadap profesi wartawan sendiri,” ungkap Tumpak Abdurrahman, Minggu (31/5/2020).

Komentar negatif netizen itu, tersebar pada tautan postingan judul berita ‘Satu Pasien Positif Covid-19 Dirawat di RSUD Sawahlunto’ pada akun grup Peduli Sawahlunto tertanggal 29 Mei 2020.

Tumpak mengatakan, melalui laporan itu diharapkan pihak netizen agar untuk menyatakan permintaan maaf melalui media sosial tempat komentar negatif yang dilontarkan.

“Kita mengajukan surat delik aduan untuk ditindak lanjuti prosesnya melalui organisasi PWI  yang menaungi kita di Sawahlunto, sebab dalam komentar beberapa netizen sudah menjelekkan profesi wartawan secara jelas dan nyata," terang Tumpak.

Bapak dua anak itu mengungkapkan, surat tersebut diajukan sebaga langkah persuasif dulu kepada pihak netizen,  sebab mengingat adanya saling mengenal di antara kedua belah pihak, sehingga diberikan kesempatan melayangkan permintaan maaf secara tertulis.

Menanggapi hal itu, Ketua PWI Sawahlunto Indra Yosef, langsung berkoordinasi dengan pengurus, yang membuahkan hasil, PWI Sawahlunto akan melayangkan surat kepada netizen yang bersangkutan, terkait pencemaran dan perbuatan tidak menyenangkan terhadap Tumpak Abdurahman.

“Selanjutnya, PWI akan menfasilitasi kegiatan mediasi kedua belah pihak sehingga pihak netizen yang melakukan pencemaran nama baik melakukan tindakan permintaan maaf secara tertulis atau melalui media sosial,” terang Indra Yosef didampingi para pengurus PWI Sawahlunto.

Dari hasil pembahasan pengurus PW Sawahlunto, pemberitaan yang dilakukan Tumpak Abdurrahman memiliki nara sumber yang jelas. Dimana data berasal dari sumber yang dihimpun melalui Sekretaris Satgas Covid-19 Kota Sawahlunto.

Sebagai organisasi yang berbadan hukum yang sah dan terstruktur secara nasional, lanjut Indra Yosef, PWI akan mengadvokasi anggota yang dibulying beritanya, sehingga namanya tercemar dan profesi kewartawanannya diragukan.

“Kita akan layangkan surat pada beberapa netizen  yang terbukti melalui komentarnya menghina berita Tumpak Abdurahman secara pribadi dan menghina profesi jurnalistiknya,” lanjut Indra Yosef didampingi pengurus PWI Sawahlunto, Subandi.

Indra Yosef menyatakan jika tidak terjalin klarifikasi dan konfirmasi sesuai permintaan dari pihak Tumpak Abdurahman melalui PWI, maka PWI Sawahlunto akan meneruskan permasalahan tersebut ke ranah hukum.

“Kami berkeyakinan, tindakan yang dilakukan netizen, dapat ditindaklanjuti dengan UU ITE pasal 27 ayat 3 no 11 tahun 2008, dan dirubah pada UU No 19 tahun 2016, dengan ancaman 4 tahun kurungan denda Rp750 juta, yang mengacu pada ketentuan pasal 310/311 tentang pencemaran nama baik," punkasnya.

Diakhir pertemuan, seluruh jajaran Pengurus PWI Kota Sawahlunto, menghimbau masyarakat Sawahlunto, agar lebih teliti dalam membaca berita, cerdas dalam berkomentar di media sosial.(sap)