Pemasangan Jembatan Digenjot Siang Malam

News | 12 Desember 2018
Pemasangan Jembatan

PADANG PARIAMAN – Ruas Padang – Bukittinggi diperkirakan akan kembali dapat dilalui dalam lima hari ke depan. Pemasangan jembatan mulai digenjot siang dan malam.

diperkirakan, dalam lima hari ke depan, jembatan yang menghubungkan ruas jalan dari dua kota besar di Sumbar itu, akan kembali dapat dilalui. Hal itu sesuai pernyataan Gubernur Sumatera Barat, Prof. Irwan Prayitno kepada sejumlah wartawan baru-baru ini.

“Insya Allah ruas jalan yang terputus sudah bisa dilalui, paling lama lima hari bakal terealisasi,” ujar Irwan Prayitno kepada wartawan, seperti dirilis di www.sumbarprov.go.id.

Pasalnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, sedang berupaya melaksanakan pemasangan dua jembatan darurat di sekitar jembatan roboh, yang berlokasi Sungai Kalu Nagari Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman.

Pemasangan dua jembatan darurat jenis panel dan jenis bailey sudah mulai dilaksanakan sejak Selasa (11/12) lalu, dengan target jalan nasional ruas Padang - Bukittinggi sudah bisa dilalui lima hari sejak jembatan terputus.

Kepala BPJN III Padang, Aidil Fiqri, kepada wartawan ketika meninjau ke lapangan Rabu (12/12) mengatakan, pemasangan jembatan panel bisa dilaksanakan dua hari dua malam.

“Saat ini sedang dilakukan pemasangan rangka jembatan panel dari Dinas PUPR Sumbar dengan rangka baja dan lantai baja. Sementara Jembatan Bailey dengan rangka baja serta lantai kayu dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) III Padang menyusul,” ucap Aidil Fiqri.

Pihaknya menambahkan, untuk jenis jembatan bailey dipasang setelah jembatan panel selesai dan kekurangan komponen jembatan bailey telah datang . Disamping itu juga menunggh pembebasan lahan masyarakat di sekitar jembatan yang roboh telah selesai dilakukan.

“Hari ini Pihak BPJN III melalui Satker PJN I bakal bermusyawarah dengan masyarakat setempat untuk membahas pembebasan lahan untuk pemasangan jembatan bailey ini,” papar Fiqri.

Untuk pembangunan jembatan permanen diungkapkan Aidil, sedang menunggu persetujuan dari Dirjen Bina Marga terkait kebutuhan anggaran serta metode pembangunannya.

"Yang jelas kami saat ini sudah mulai menggambar dan menghitung kebutuhan anggaran untuk pembangunan jembatan permanen. Metode pelaksanaan proyek apakah melalui pelelangan atau dilakukan tender terlebih dahulu, kami tunggu keputusan dari Pak Dirjen Bina Marga," ujar Aidil.

Aidil juga nantinya akan membicarakan permintaan kepada Dirjen Bina Marga agar jembatan panel baru bisa didatangkan ke BPJN III. Mengingat jembatan panel belum dimiliki oleh BPJN III, sementara jembatan jenis itu sangat dibutuhkan.

"Curah hujan di Sumbar beberapa hari belakangan sangat tinggi, sehingga Sumbar masuk kategori rawan bencana. Sementara BPJN III hanya memiliki jembatan bailey. Untuk itulah diperlukan sekali jembatan panel," terang Aidil.(ril)