X

Peluang Bisnis Properti Bersubsidi Masih Terbuka

Ekonomi | 06 November 2018
Perumahan Bersubsidi Bumi Nuansa Permai

KANDI - Bisnis properti khususnya perumahan subsidi masih terbuka lebar di Kota Sawahlunto. Itu dibuktikan dengan tingginya antusiasme masyarakat, yang menandai masih besarnya kebutuhan akan kepemilikan rumah.

Setidaknya itu dapat dirasakan PT. Arupadhatu Adisesanti, pihak pengembang yang mengambil kesempatan dalam bisnis perumahan subsidi tipe 36, mengusung pemukiman dengan nama Perumahan Bumi Nuansa Permai, di kawasan Jalan Simpang Desa Kolok Mudik.

Perumahan bersubsidi Bumi Nuansa Permai memang memiliki daya tarik tersendiri. Selain berada di lokasi ketinggian dengan menyajikan keindahan pemandangan beberapa sudut Sawahlunto, kawasan tersebut juga begitu dekat dengan destinasi wisata Kandi Resort.

Wajar saja, dari 100 unit yang ditawarkan, sudah lebih 75 persen diambil masyarakat hanya dalam hitungan 4 bulan. Memang untuk mendapatkan kesempatan dalam kepemilikan rumah seharga Rp130 juta.

Sebab untuk mendapatkan perumahan yang mendapatkan subsidi yang diberikan pemerintah sebesar Rp4 juta itu, masyarakat yang ingin mendapatkannya tentu harus memenuhi ketentuan yang ada, tidak semua lapisan bisa mengaksesnya.

“Perumahan subsidi pemerintah ini diperuntukan bagi masyarakat yang berpenghasilan maksimal Rp3,9 juta, dengan masa pembayaran 10 hingga 20 tahun,” ujar Roni Eka Putra, Kepala Pemasaran Perumahan Bumi Nuansa Permai, kepada kabarita.co, Selasa (6/11).

Setiap unit rumah bersubsidi Bumi Nuansa Permai tipe 36 berdiri di atas lahan seluas 98 meter persegi itu, terang pria yang akrab disapa Embong tersebut, dibangun dengan batu bata bukan batako sehingga akan berdiri kokoh, dilengkapi dua kamar tidur, lantai keramik, berikut dapur, toilet, dan atap seng berwarna.

Yang tidak kalah pentingnya, kawasan perumahan bersubsidi itu akan dilengkapi dengan rumah ibadah berupa mushalla, jalan lingkungan yang terpusat dengan satu jalan masuk dan keluar. Sehingga kontrol terhadap tamu yang keluar masuk ke kawasan pemukiman dapat dengan mudah dilakukan.

Saat ini, menurut pria yang pernah merilis album minang berjudul Manuai Badai itu, pihaknya bersama konsumen sedang mempersiapkan kelengkapan administasi. Setidaknya 25 konsumen telah menjalani proses wawancara dengan pihak BTN.

Menurut Bapak dua anak itu, peluang bisnis properti bersubsidi untuk Kota Sawahlunto masih terbilang terbuka lebar. Apalagi, sebagian besar masyarakat Kota Sawahlunto, khususnya yang berada di pusat kota, masih menempati tanah dan pemukiman milik perusahaan BUMN.

Rata-rata, jika tidak menyewa rumah, bisa dipastikan masyarakat yang berada di tengah kota seluas 279,5 kilometer persegi itu, harus menempati tanah yang mereka sewa. Artinya, tidak ada nilai investasi yang ditanamkan untuk jangka panjang. Sebab, suatu saat bisa saja pihak BUMN dapat menarik atau mengambil kembali bangunan yang mereka sewakan.

Masyarakat tentu termotivasi, jika bisa memiliki perumahan, apalagi dengan bantuan subsidi dari pemerintah, yang mempunyai kepastian hukum atas tanah berupa sertifikat hak milik, untuk mendapatkannya.

“Dengan kepastian hukum berupa sertifikat hak milik atas lahan pemukiman yang ditempati, masyarakat secara tidak langsung juga melakukan investasi jangka panjang. Karena harga tanah tahun demi tahun, terus mengalami kenaikan,” ungkap Embong.  

Embong mengungkapkan, dalam mewujudkan perumahan itu, pihak perusahaan telah mengikuti setiap tahapan perizinan dan legalitas yang diatur Pemerintah Kota Sawahlunto. Karena PT. Arupadhatu Adisesanti tidak mau masyarakat sebagai konsumen dirugikan.

Jika tidak ada aral melintang, Embong memperkirakan akhir November, secara bertahap pelanggan sudah mulai dapat menempati perumahan yang mereka inginkan. Karena saat ini, sekitar 24 unit rumah sudah mulai berdiri dengan kondisi antara 40 hingga 60 persen.

Ermanovalina (35), salah seorang konsumen yang mengajukan kepemilikan akan perumahan bersubsidi itu, mengatakan tertarik dengan perumahan itu karena uang muka untuk kepemilikannya cukup terjangkau.

“Uang mukanya sangat terjangkau, pas untuk kami para guru honor ini. Sehingga, harapan kami untuk memiliki rumah sendiri dapat terpenuhi, tidak perlu lagi ngontrak sana sini,” terang honorer di salah satu sekolah dasar di ‘Kota Arang’ itu.

Senada dengan Ermanovalina, Yono (44) yang juga mengajukan proses kepemilikan rumah ke PT. Arupadhatu Adisesanti mengatakan, selain belum memiliki rumah, tertarik karena lokasi perumahan itu sangat strategis.

Tingginya antusiasme masyarakat dalam memiliki rumah bersubsidi, memberikan semangat bagi PT. Arupadhatu Adisesanti untuk mengembangkan sayap dalam penyediaan rumah bersubsidi di Sawahlunto. Saat ini, perusahaan yang digawangi putra-putra kelahiran 'Kota Arang' itu, tengah mempersiapkan lokasi selanjutnya, yang akan dijadikan kawasan hunian bersubsidi. "Yang pasti lokasinya nanti representatif memberikan kenyamanan dan keamanan bagi penghuninya," pungkas Embong.(dil)