PD Muhammadiyah Sawahlunto Inisiasi Pendirian SMPIT

News | 28 November 2019
PD Muhammadiya ekspos SMPIT

SAWAHLUNTO - Pengurus Daerah (PD) Muhammadiyah Kota Sawahlunto menginisiasi pendirian Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT), yang akan menjadi sekolah lanjutan tingkat pertama berbasis islam terpadu, di kota seluas 279,5 kilometer persegi itu.

Ditargetkan, tahun 2020 mendatang SMPIT tersebut sudah dapat beroperasi sebagai sekolah yang menyandingkan pendidikan agama dengan pelajaran umum. Targetnya, lulusan SMPIT tidak hanya pintar dalam wawasan umum, namun juga memiliki bekal ilmu keagamaan.

“Langkah yang diambil ini, menindaklanjuti keputusan PD Muhammadiyah bersama Pemerintah Sawahlunto beberapa waktu lalu,” ujar Ketua Organisasi Otonom (Ortom) Pendidikan Dasar Menengah (Dikdasmen) PD Muhammadiyah Kota Sawahlunto, Afdhal Muhammad kepada kabarita.co, Kamis (28/11/2019).

Dalam rapat PD Muhammadiyah yang dihadiri Wakil Walikota Sawahlunto, Zohirin Sayuti, Kepala Dinas Pendidikan Sawahlunto, Asril tersebut, diputuskan pembentukan panitia pendirian SMPIT Muhammadiyah, yang disepakati akan berlokasi di Kelurahan Aur Mulyo, Kecamatan Lembah Segar.

Untuk memacu pendirian SMPIT Muhammadiyah ‘Kota Arang’ nantinya, tim pendiri akan merujuk pada sekolah sejenis yang telah maju, yakni SMP Muhammadiyah Al Kautsar Payakumbuh.

Rapat PD Muhammadiyah Sawahlunto juga menetapkan susunan panitia pendiri yang disebut Tim Sembilan, yang dipimpin langsung Ketua Dikdasmen PD Muhammadiyah Sawahlunto, Afdhal Muhammad, didampingi Wakil Ketua Andrio AN, Adi Ikhtibar, Irwan.

Sedangkan untuk Sekretaris diamanahkan Rendi Setiawan, dengan Wakil Sekretaris Takwin, Elsa Rahmayanti, Afria Anggraini. Sementara untuk bendahara dipercaya Desvita Noviana bersama Wirdanimar.

Ketua PD Muhammadiyah Sawahlunto, Adrimas mengatakan Muhammadiyah Sawahlunto sangat berkeinginan menjadi pioneer dalam melahirkan sekolah berbasis keagamaan di kota yang berpenduduk 65 ribu jiwa lebih tersebut.

Secara umum, terang Adrimas, pada tingkat sekolah dasar sendiri, Sawahlunto sudah memiliki beberapa SDIT, yang cukup mendapatkan perhatian dari masyarakat. Bahkan, untuk menjadi siswa di SDIT saat ini, harus melalui seleksi, karena daya tampung melebihi antusias masyarakat.

Hanya saja, untuk menampung lulusan SDIT tadi, lanjutnya, Sawahlunto belum memiliki SMPIT, yang semestinya menjadi sekolah rujukan dari SDIT yang telah ada. Tentu, terang Adrimas, harapan berdirinya SMPIT bukan hanya dari PD Muhammadiyah saja, namun juga bagian harapan dari masyarakat Sawahlunto sendiri.

Wakil Walikota, Zohirin Sayuti didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Asril yang diamanahkan sebagai Pembina bersama Ketua PD Muhammadiyah Sawahlunto, Adrimas dan Sekretaris Dinas Pendidikan Supar menyatakan sangat mendukung pendirian SMPIT di Kota Sawahlunto.

“Dengan akan berdirinya SMPIT di Kota Sawahlunto ini, harapan pemerintah akan lahirnya generasi yang cerdas secara emosional, spiritual dan question. Saat ini pintar dalam ilmu pengetahuan umum saja tidak cukup,” ujar Zohirin Sayuti.

Zohirin Sayuti sendiri melihat, SMPIT sendiri sudah menjadi tuntutan dari perkembangan zaman dan teknologi. Tuntutan dari masyarakat sendiri yang kini anak-anaknya masih duduk di beberapa SDIT di Sawahlunto.

Namun demikian, bagi Zohirin Sayuti sendiri, untuk jangka panjang, bukan tidak mungkin kehadiran SMPIT yang melahirkan lulusan berkualitas, akan menjadi rujukan bagi masyarakat di luar Sawahlunto.

“Kehadiran SMPIT tentu tidak hanya menjadi harapan Muhammadiyah semata, namun juga harapan masyarakat dan pemerintah sendiri,” pungkasnya.(efj)