Wako Akan Bahas Penanganan Bencana Dalam Forkopimda

News | 05 November 2018
Wako Deri Asta Tinjau Perumnas Lembah Santur

SANTUR - Puluhan rumah masyarakat Sawahlunto alami rusak berat dan ringan. Pemerintah Sawahlunto segera bahas penanganan untuk jangka panjang bagi masyarakat korban bencana, dalam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

“Pemerintah akan segera membawa masalah bencana ini dalam rapat Forkopimda, untuk mencari solusi jangka panjang,” ujar Walikota Sawahlunto, Deri Asta, ketika meninjau kawasan Perumahan Lembah Santur, yang mengalami tanah amblas, Senin (5/11).

Deri Asta mengatakan, perlu kebijakan yang serius dalam penanganan bencana yang menimpa masyarakat. Sehingga kebijakan yang akan diambil nanti, memang untuk kepentingan masyarakat setempat dalam jangka panjang.

Pembahasan di Forkopimda nantinya, lanjut Deri Asta, ditujukan untuk penetapan status bencana yang menimpa, guna langkah dan kebijakan yang akan diambil pemerintah. Di Perumahan Lembah Santur sendiri, sedikitnya terdapat 6 rumah yang mengalami rusak berat dan 10 lainnya terdampak.

Bapak tiga anak itu mengatakan, akan ada beberapa alternatif bagi masyarakat yang terkena bencana. Untuk penanganan awal, Pemerintah Sawahlunto melalui organisasi perangkat daerah, akan melakukan perbaikan dalam saluran air.

Kepala Kesbangpol dan PBD Sawahlunto, Adriyusman mengungkapkan, data yang ada terdapat total 24 rumah yang mengalami rumah berat, serta puluhan lainnya yang terdampak dari bencana.

“Kami perkirakan sedikitnya Rp2,5 miliar kerugian yang timbul akibat bencana longsor dan tanah amblas, baik yang menimpa rumah maupun ruas jalan yang rusak berat dan ringan,” kata Adriyusman.

Sebaran rumah rusak berat dan ringan, terjadi di Desa Santur, Kubang Tangah, Talago Gunung, Kelurahan Aur Mulyo, Lubang Panjang, Kubang Utara Sikabu, Kubang Sirakuk Utara, Muaro Kelaban, Durian II, Tumpuk Tangah.

Adriyusman mengatakan, pihaknya dengan beberapa OPD terkait terus melakukan penanganan terhadap bencana yang terjadi. Dari pantauannya, Adriyusman mengungkapkan, pengelolaan air menjadi penyebab utama bencana yang muncul.

Rata-rata bencana yang terjadi diakibatkan pengelolaan air, baik tidak adanya riol atau drainase yang mengarahkan jalan air. Sehingga ketika hujan deras turun, drainase dan riol tidak mampu menampung air.

Walikota Sawahlunto, Deri Asta, menghimbau masyarakat untuk turun memperbaiki saluran air atau riol dan drainase di kawasan pemukiman masing-masing, guna meminimalisir terjadinya bencana ke depan.

Apalagi, saat ini curah hujan terbilang sangat tinggi. Sehingga butuh kesadaran masyarakat untuk mengamankan saluran air di kawasan pemukiman. Pemerintah sendiri juga akan berusaha untuk mencarikan solusi dalam mengatasi permasalahan yang ada.(dul)