X

Rendang Jamur Tiram BUMDes Sejati Tetap Produksi

Ekonomi | 17 Oktober 2018
Rendang Jamur Tiram

KOLOK NAN TUO - Meski harus berburu bahan baku ke daerah tetangga, usaha rendang jamur tiram Desa Kolok Nan Tuo Sawahlunto terus tumbuh. Sedikitnya 15 kilogram pesanan rendang jamur tiram mengalir melalui promosi media dalam jaringan (daring).

Untuk memenuhi pesanan rendang itu, Afrimayeni, wanita yang kini memimpin Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sejati Kolok Nan Tuo tersebut, harus mencari bahan baku jamur tiram ke Tanah Datar.

Untuk satu kilogram hasil rendang, dibutuhkan paling sedikit 2,5 kilogram bahan baku jamur tiram. Artinya, dalam sebulan dibutuhkan tidak kurang dari 45 kilogram jamur tiram untuk rendang.

“Kami harus mencari bahan baku jamur tiram ke daerah tetangga. Sebab, produksi jamur tiram di Sawahlunto tidak bisa diharapkan,” ujar Afrimayeni, dalam pameran Launching Desa Mandiri Pangan, Rabu (17/10).

Sebelumnya, menurut wanita kelahiran 2 April 1978 itu, BUMDes Sejati Kolok Nan Tuo memproduksi jamur tiram. Namun, karena bahan baku serbuk gergaji yang menjadi kebutuhan awal pembuatan baglog sebagai wadah jamur tiram sulit untuk didapatkan, terpaksa produksi jamur tiram ikut terhenti.

Bahan sebuk gergaji sendiri, terangnya, hanya ada di Kabupaten Sijunjung. Namun, terkadang serbuk yang didapatkan juga sering tidak dapat digunakan. Sehingga merugikan permodalan kelompok.

Afrimayeni mengaku, saat ini BUMDes Sejati Kolok Nan Tuo tengah bersiap untuk kembali memproduksi baglog jamur tiram. Sehingga ke depan, dalam memproduksi rendang jamur tiram tidak lagi kesulitan dalam mendapatkan bahan baku.

Produk rendang jamur tiram, ujar wanita periang itu, banyak datang dari perantau. Pemesanan mulai terjadi semenjak pertama kali produk rendang khas tersebut diposting di media sosial.

Dalam memproduksi rendang jamur tiram, ungkap Afrimayeni, dibutuhkan waktu setidaknya 8 jam. Sedangkan untuk daya tahan produk yang tanpa pengawet itu bisa mencapai 20 hari. Selama ini, semenjak diproduksi belum ada pelanggan yang komplain.

Terkait harga, untuk satu kilogram rendang jamur tiram dihargai Rp130 ribu. Dalam sebulan, omset yang dikumpulkan Afrimayeni mencapai Rp1,95 juta. Jika mampu memproduksi jamur tiram sendiri, BUMDes Sejati dipastikan dapat mengembangkan produk olahan lain.(ril)