Desa Diminta Tidak Latah Dirikan BUMDes

Ekonomi | 23 Oktober 2018
Wakil Walikota Zohirin Sayuti

BALAIKOTA - Desa diminta tidak latah-latahan dalam mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Bukan badan usahanya, desa musti membangun usaha terlebih dahulu dibandingkan mendirikan lembaga yang akan mengurusinya.

“Usahanya yang terlebih dahulu dibangun, baru kemudian dibentuk badan usaha atau BUMDes yang akan mengurusinya,” ungkap Wakil Walikota Sawahlunto, Zohirin Sayuti, Selasa (23/10).

Jika usaha sudah dibangun, terang pria yang pernah dipercaya menjadi Sekda itu, BUMDes akan dapat langsung bekerja ketika didirikan. Sehingga, modal yang ditanamkan dapat langsung memutar roda perekonomian desa.

Namun, terang Zohirin Sayuti, jika BUMDes yang duluan berdiri ketimbang membangun usaha, dikhawatirkan akan membuat modal yang bersumber dari dana desa itu akan mengendap dan tidak produktif di dalam BUMDes.

“Kita berharap, begitu BUMDes dilaunching, badan usaha itu akan langsung bergerak memberikan kontribusi terhadap perekonomian masyarakat desa setempat,” tambah Zohirin Sayuti.

Sebab, tujuan dari dana desa dikucurkan pemerintah pusat, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Jika kesejahteraan masyarakat tidak terwujud, berarti cita-cita pemerintah dalam mengalokasikan dana desa tidak tercapai.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa Perempuan dan Tenaga Kerja Kota Sawahlunto, Dedi Syahendry mengatakan, hingga saat ini di Kota Sawahlunto sudah berdiri 15 BUMDes dari 27 desa yang ada.

Dari tahun 2016 15 desa yang telah memiliki BUMDes mulai menginvestasikan dana desa antara Rp5 juta hingga 10 juta setiap tahunnya dalam upaya mendukung pengembangan usaha BUMDes.

“Malah Desa Kumbayau menginvestasikan dana desa, direncanakan hingga Rp3 miliar, yang dilakukan secara bertahap setiap tahun. Kegiatan BUMDes Kumbayau salah satu dalam bentuk ekspor pinang,” ujar Dedi Syahendry.

Sementara itu, Ketua BUMDes Sejati Kolok Nan Tuo, Afrimayeni mengungkapkan, pihaknya terus melakukan pengembangan usaha. Beberapa usaha yang sudah dilaksanakan dinataranya, pengolahan air minum kemasan, pengembangan usaha kuliner rendang jamur tiram, serta merencanakan pengembangan serai wangi.

“Kami berusaha melakukan pengembangan usaha yang dapat  menghasilkan nilai ekonomi dan berdampak kepada perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” terang Afrimayeni.(dil)