Nasabah BSM Bukittinggi Tempuh Jalur Hukum

News | 01 April 2020
BSM

BUKITTINGGI – Doni satria, salah satu nasabah PT Bank Syariah Mandiri (BSM) Bukitinggi, terpaksa menempuh jalur hukum atas hilangnya Surat Jaminan Hutang yang dianggunkannya tahun 2010 lalu pada PT BSM Bukitinggi.

Hal ini disampaikan Doni saat menunggu sidang kedua Rabu, (1/4/2020) lalu, di Pengadilan Negeri Bukittinggi, yang sidang minggu sebelumnya tidak dihadiri pihak tergugat (BSM-red).

Setelah dilakukan pertemuan beberapa kali, pihak Bank Syariah Mandiri mengakui atas keteledoran pihaknya, namun kami tidak melihat itikat baik mereka untuk menyelesaikan persoalan ini, ujar Doni.

Lebih lanjut Doni mengatakan, pihak BSM berjanji mengurus kembali SK PNS dan Taspen yang menjadi dokumen jaminan semenjak 2016 lalu, dan sampai saat ini tidak juga terlaksana.
"Saya membawa ke jalur hukum Persoalan hilangnya Surat Jaminan oleh pihak BSM, lantaran mereka (BSM - red) tak kunjung mengurus ke BKPSDM Kota Bukittinggi," ujar Doni.
Ia menyampaikan dalam kasus perdata yang diajukan dengan nomor perkara 15/Pdt.G/2020/PN.Bkt tersebut, agar Tergugat pihak Bank Syariah Mandiri mengembalikan dokumen-dokumen yang hilang serta melakukan mengganti kerugian yang terjadi.
SK-SK dan kartu taspen yang dihilangkan adalah dokumen yang penting, bagaimana mungkin perbankan yang begitu disiplin dalam administrasi bisa bersikap teledor menjaga angunan nasabah, papar Doni mengakhiri.(vem)

Editor: Fadhly Piliang