X

Miliran Rupiah Dana Replanting Kebun Sawit Bakal Mengucur

Ekonomi | 01 Desember 2018
Kunjungan Replanting Kebun Sawit

DHARMASRAYA - Ratusan miliar dana bakal dikucurkan kepada para petani sawit. Megaproyek replanting kebun kelapa sawit, akan digelar mulai tahun depan tidak boleh gagal.

Ratusan miliar dana yang akan dikucurkan itu, harus mampu meremajakan kebun kebun kelapa sawit yang sudah memasuki usia non produktif. Pendek kata replanting kebun kelapa sawit akan berpengaruh pada perekonomian daerah lima tahun ke depan. Karena itu keberhasilannya harus menjadi prioritas.

Itulah sebabnya, Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya, saat ini sedang mendalami dan melakukan kajian lapangan ke kabupaten yang punya program replanting kebun kelapa sawit.

Pengalaman daerah lain dalam melaksanakan program replanting menjadi modal berharga bagi jajaran Dinas Pertanian bersama stakeholders dalam rangka lebih menjamin keberhasilan program.

"Kita tidak ingin apa yang sudah diberikan kepada daerah kita ini gagal. Ini program yang sangat baik. Tidak semua daerah dapat memperoleh program seperti ini. Justru itu,  Pemerintah Dharmasraya punya tanggung jawab moral untuk mengelola, melayani sekaligus mengawal kegiatan ini," ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya, Darisman, S,Si, M,Si usai mengikuti studi banding pelaksanaan replanting kebun kelapa sawit, di Provinsi Riau belum lama ini.

Menurut Darisman, keberhasilan usaha replanting kebun kelapa sawit tidak hanya ditandai dengan penyaluran dana sebesar Rp 25 juta per hektar. Namun juga harus berhasil membangun kelembagaan, berhasil dalam pelaksanaan penanaman dan bahkan berhasil dalam mensejahterakan para petani perkebunan.

Oleh karena itu, Replanting bukan sekedar pemanis pemerintahan, tetapi merupakan tanggung jawab moral untuk mensukseskannya.

“Kuncinya, dalam usaha replanting kebun sawit ini adalah bahwa kita harus tetap bersama petani, berpihak pada petani dan memahami benar seluk beluk bisnis perkebunan. Jika ini tidak kita lakukan, maka replanting dipastikan gagal. Oleh karenanya, Dinas Pertanian tidak akan lepas tanggung jawab barang sedetikpun saat memfasilitasi petani untuk melaksanakan replanting,” jelas mantan Camat Timpeh itu.(rel)