Mentawai Kini Miliki Beras Lokal Asli

Ekonomi | 05 Juli 2019
Beras

MENTAWAI - Upaya Pemerintah Mentawai dalam mewujudkan swasembada pangan melalui program cetak 100 hektar sawah, yang dimulai tahun 2014 lalu, kini mulai menampakkan hasil.

Meski hanya untuk memenuhi kebutuhan daerah sendiri, namun tahun ini telah hadir produk lokal berupa beras asli Mentawai yang dihasilkan para petani hasil program cetak sawah lima tahun lalu.

“Lima tahun lalu saya impikan, pada saatnya nanti akan ada karung beras berisi beras hasil produk petani asli Mentawai, dan sekarang sudah mulai terwujud, ini tentu bisa membantu para petani dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraannya,” ujar Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet, saat menyambangi stand Dekranasda pada acara Festival Pesona Mentawai (FPM) 2019, di Mapaddegat Sipora Utara.

Yudas mengajak seluruh masyarakat Mentawai agar membeli dan mengkonsumsi beras produk lokal itu, sementara dari pihak pemerintah daerah melalui dinas-dinas terkait akan terus berupaya untuk membantu promosi dan pemasarannya.

“Produk lokal salah satunya beras bisa mendongkrak peningkatan perekonomian di Mentawai, dengan mengkomsumsi beras hasil produk lokal ini juga bisa menggerakan ekonomi masyarakat khususnya kesejahteraan petani lokal, kita tetap dorong melalui berbagai promosi dan pemasannya nanti, agar beras kita bisa lebih dikenal sampai keluar Mentawai,” kata Yudas.

Menurut Yudas  lahirnya beras dari produk petani lokal itu akan terus dipromosikan melalui berbagai event yang diadakan pemkab Mentawai, dia juga mengajak seluruh masyarakat dan jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Mentawai untuk membeli dan mengkomsumsi beras lokal itu. Dengan cara itu, kata Yudas akan tercipta  kepastian pasar bagi para petani.

“Walaupun tidak semua bisa terserap, tetapi setidaknya petani mendapatkan jaminan, kita tidak membuka lapangan pekerjaan, namun paling tidak dengan membeli produk asli daerah akan membantu kesejahteraan petani,” ujar Yudas

Seperti diketahui, upaya Pemkab Mentawai dalam mewujudkan swasembada pangan melalui tanam padi telah dimulai pada tahun 2014 lalu, bahkan waktu itu Pemkab Mentawai menolak jatah beras Raskin dari pusat, dan mengalihkan anggaran distribusi pembagian beras miskin itu untuk pembiayaan cetak sawah dan pelatihan para petani  dalam mengalihfungsikan lahan pertanian dengan menanam padi.(ss)

Sumber sasarainafm