Menjambret, Polres Sawahlunto Ringkus Pasangan Ini

News | 20 Maret 2019
Jambret

SAWAHLUNTO – Tidak hanya satu hati dalam urusan kasih sayang, dalam urusan kejahatan, pasangan kekasih Arjan MS (19) dan NK (17) juga seiya-sekata.

Bahkan, pasangan ‘cinta monyet’ bisa melakukan aksi kejahatan berupa jambret dengan berulang.

Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Sawahlunto, Kompol Jerry Syahrim mengatakan, aksi pertamanya, dilakukan pada 13 Maret 2019, sekira pukul 17.00 WIB di Kelurahan Saringan, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto.

Pelaku berhasil menyikat dompet milik Risna Yesi, yang berisi 1 unit handphone Nokia dan uang sebesar Rp160 ribu.

Dikarenakan kurang puas dari hasil yang didapat, mereka melanjutkan aksi untuk kedua kalinya, pada 14 Maret 2019 sekira pukul 10.15 WIB, di Kelurahan Lubang Panjang, yang masih di Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto.

Kali ini Arjan bersama NK yang merupakan siswi salah satu SMK di Kabupaten Sijunjung itu, berhasil memperoleh 1 unit handphone merk Vivo Y71 dari Teti Yodian Masari, korbannya.

Tersangka Arjan, menurut Jerry, berperan mengemudikan motor, dan NK eksekutornya. Handphone Nokia tersebut dijual seharga Rp150 ribu di Pasar Sijunjung.

“Sementara handphone Vivo Y71 belum sempat mereka jual," tambah Jerry saat press release di Mapolres Sawahlunto, Rabu (20/3/2019).

Jerry Syahrim mengatakan, kepolisian berhasil mengungkap kasus, karena tersangka Arjan memposting handphone hasil jambret melalui media sosial, untuk dijual.

“Ketika dikonfirmasi ke korban, korban meyakini bahwa barang yang diposting merupakan miliknya,” tambah Jerry.

Berdasarkan laporan dan keterangan korban, tersangka Arjan dibekuk pada 16 Maret 2019 di Jorong Batu Balang, Nagari Limo Koto, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung. Tiga hari berselang NK dapat kami bekuk disebuah rumah kost di Gambok, Sijunjung.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Sawahlunto, AKP Julkipli Ritonga menambahkan, tersangka Arjan dijerat dengan pasal 363 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Sementara NK, karena masih dibawah umur, tindakan hukumnya dengan sistem peradilan anak.(rel)