Masyarakat Mentawai Manfaatkan Bambu Kering Jadi Sumber Energi Listrik

Ekonomi | 18 September 2019
PLTBm

MENTAWAI - Tiga Desa di pulau Siberut mulai memanfaatkan bambu kering untuk dijadikan sumber energi pembangkit listrik pada PLTBm yang dibangun pemerintah pusat melalui  Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas).

Tiga Desa di pulau Siberut yang bisa menikmati aliran listrik tenaga bambu iti diantaranya, desa Matotonan, desa Madobak, dan desa Saliguma, didaerah Siberut Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet mengatakan bambu telah menjadi bagian kehidupan masyarakat Mentawai, mulai  untuk keperluan  memasak air, ikan, sagu, keladi, maupun pisang, bahkan bambu kering, dalam bahasa daerah disebut  Kisou dijadikan kayu api.

Menurut Yudas, manfaat bambu yang begitu besar untuk masyarakat Mentawai memberi inspirasi untuk memanfaatkannya sebagai sumber energi pembangkit listrik.

"Bambu ini sudah menjadi bagian kehidupan kita, selain untuk keperluan harian, ternyata bambu juga bermanfaat untuk dijadikan sumber energi listrik yang sangat bermanfaat," ujar Yudas pada sambutan peresmian pembangkit listrik tenaga Bambu (PLTBm) di Siberut, Selasa (17/9/2019)

Apalagi, kata Yudas   dari sisi lingkungan dan ekologi, memanfaatkan bambu lebih menguntungkan ketimbang jenis pohon lainnya.

Dengan memanfaatkan 4 ton bambu kering untuk satu hari dari tiga unit pembangkitan listrik tenaga biomasa di pulau siberut, mampu menghasilkan listrik berkapasitas total 700 kW, dan dapat menyuplai kebutuhan 1.233 kepala keluarga (KK) di tiga desa tersebut.

Pemerintah terus mendorong pengembangan pembangkit listrik yang ramah lingkungan, dan proyek PLTBm ini diharapkan berjalan lancar serta menjadi konsep energi terbaruhkan berkelanjutan di Kabupaten Kepulauan Mentawai serta bisa keluar dari daftar 3 T.(ss)

sasarainafm