Masjid Nurul Iman Lintau Buo Utara Dibangun Keseluruhan

News | 10 September 2019
Mesjid Nurul Iman

TANAH DATAR - Masyarakat Ladang Laweh Nagari Batu Bulek, Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar, segera memiliki bangunan Masjid Nurul Iman yang lebih luas dan nyaman.

Pasalnya bangunan lama bakal mulai direnovasi secara keseluruhan dengan anggaran Rp900 juta hingga Rp1 miliar, yang ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan masjid oleh Wakil Bupati Tanah Datar H. Zuldafri Darma, Selasa (10/9/2019).

Turut hadir pada kesempatan itu anggota DPRD Tanah Datar Nursal Chan, Ketua GOW Tanah Datar Ny. Retri Zuldafri Darma, Sekretaris Camat Lintau Buo Utara Adam Suria, Pj. Wali Nagari Batu Bulek Djasmalinar, Kepala KUA Kecamatan Lintau Buo Utara Erisman, Tokoh Masyarakat dan tamu undangan lainnya.

“Apresiasi setinggi-tingginya bagi pihak yang telah menyelenggarakan pembangunan Masjid Nurul Iman. Mari bekerja sama mensukseskan pembangunan ini, mudah-mudahan fasilitas yang baik dapat membangkitkan semangat lebih baik lagi untuk kita menjalankan ibadah,” ujar Zuldafri.

Seterusnya, Wabup Zuldafri menyebutkan bahwa pembangunan itu sebagai bentuk partisipasi masyarakat mewujudkan visi pemerintah daerah.

“Pemerintah terus berupaya untuk mewujudkan, Tanah Datar yang madani, berbudaya dan sejahtera, salah satunyitu dibuktikan dengan telah berkembangnya rumah tahfiz sesuai dengan cita-cita menjadikan Tanah Datar menjadi Kabupaten Tahfiz,” ujar wabup lagi.

Ketua pengurus pembangunan masjid Radius Chan mengatakan pembangunan ini semula hanya direnovasi ringan, akan tetapi masyarakat bersepakat untuk membangun secara keseluruhan, di mana anggarannya terkumpul dari hasil sumbangan masyarakat baik di kampung halaman maupun di perantauan.

“Nanti halaman depan juga dimanfaatkan untuk pembangunan Mesjid Nurul Amin, sampai kebelakang. Bangunannya pun nanti lebih besar dari bangunan lama. Alhamdulillah, semua ini terwujud berkat kerja sama semua pihak, terkhusus Masyarakat Nagari Batu Bulek dikampung maupun perantauan,” ujar Radius Chan.(hms/rhn)