Makan Basamo Tradisi Warga Taeh Usai Shalat Ied

News | 11 Agustus 2019
Makan basamo

LIMAPULUH KOTA - Tradisi tahunan usai melaksanakan Shalat Ied Idul Adha, warga Kenagarian Taeh Baruah Kabupaten Limapuluh Kota, tepatnya di Jorong Parik Dalam rutin menggelar  Babuko Basamo atau makan basamo (makan bersama, red) di lokasi Shalat. 

Seperti biasa, usai Sholat Idhul Adha digelar 10 Zulhijjah 1440 H atau  Minggu (11/8/2019), di Jorong tersebut masyarakat sudah mempersiapkan satu rantang nasi yang sudah dibawa dari rumah masing-masing. Kegiatan ini selalu digelar setiap melaksanakan Shalat Ied Idul Adha.

Istimewanya, untuk kali ini makan basamo tersebut dihadiri lansung bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi yang sebelumnya mendadak hadir untuk menggelar sholat Ied di Jorong tersebut.

"Alhamdulillah, sejak 30 tahun saya sebagai pengurus disini, baru kali ini kita dihadiri lansung bupati dan babuko basamo di lokasi kita ini," ujar ketua panitia penyelenggara, Ernizul Khatib.

Dikatakannya, Babuko Basamo merupakan tradisi turun temurun yang bertujuan meningkatkan silahturahmi sesama warga di kenagarian Taeh. 

"Jadi usai babuko basamo atau makan basamo ini. Masyarakat bisa lansung saling silahturahim usai Shalat dan tidak perlu lagi datang dari kerumah karena semuanya telah berbaur dan berkumpul disini," ungkapnya.

Sementara itu,  bupati Limapuluh Kota,  Irfendi Arbi ketika dimintai komentarnya mengaku tersanjung dan bangga dengan tradisi yang digelar masyarakat di nagari Taeh yang hingga saat ini masih terjaga dan dilestarikan. 

"Suatu kehormatan bagi saya bisa bersama-sama dengan masyarakat menjalan ibadah Shalat Ied Idul Adha.  Apalagi,  usai sholat kita makan bersama seperti ini, "ujar bupati yang mengaku sebelumnya mendadak menggelar Sholat Ied di Kenagarian tersebut. 

Dirinya juga mengajak agar hari raya Idul Adha ini menjadi momentum bagi masyarakat dalam meningkatkan rasa syukur dan ketaqwaan kepada Allah SWT. "Mari kita kuatkan tekad dalam rangka meningkatkan ibadah kita untuk memperoleh derajat taqwa di sisi Allah SWT,” ungkapnya. 

Menurutnya, Idul Adha tahun ini begitu istimewa karena bertepatan dengan bulan kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74. Hendaknya masyarakat menjadikan hal ini menjadi semangat  pengorbanan yang lebih. seperti semangat para pejuang kemerdekaan dahulu untuk kemerdekaan indonesia. 

Sebelumnya Ustadz Iswandi yang bertindak sebagai penceramah juga mengajak umat menjadikan momentum Idhul Adha untuk menyerahkan diri kepada Allah dan meningkatkan keimanan untuk mengikuti Sunnah Rasullullah.

"Mari kita insafkan diri kita,  karena hidup kita akan kembali kepada Allah, karena di bulan Zulhijjah adalah ujian dan pembuktian iman kita semua," ungkapnya. 

Kenapa ujian dan pembuktian? karena di dalam bulan ini ada beberapa ibadah yang mesti dilakukan baik yang wajib maupun yang sunnah. hal itu tergantung iman kita masing-masing. Menurutnya,  jika iman kuat, jangankan yang wajib yang sunnah pasti akan dilakukan,  begitu juga sebaliknya, jika iman lemah untuk hal yang wajib saja bisa ditinggalkan.

"Mari bersama-sama kita jadikan momentum Idul Adha untuk bertaubat diri atas kesalahan yang telah diperbuat semasa hidup didunia ini," tutupnya.(dho)