Kepala BNPB Tinjau Eco Green Park Batang Nyunyo

News | 07 November 2019
Peninjauan BNPB

DHARMASRAYA - Keratan batang bambu tampak tertancap di atas kerak bumi, setelah memasuki gapura Eco Green Park, Batang Nyunyo yang berlokasi di Nagari Tabiang Tinggi, Kecamatan Pulau Punjung.

Rupanya keratan batang bambu itu sengaja ditanam dengan harapan bisa tumbuh di lahan berpasir bekas orang orang menambang emas beberapa tahun silam. "Hidup segan mati ndak mau Jenderal," keluh Bupati Dharmasraya Sutan Riska kepada tamunya yang datang dari Jakarta itu.

Di hadapan Kepala DLH drg Erina, Camat Pulau Punjung Lasmita, S.KM., M.Kes, dan sejumlah kepala OPD dan tokoh masyarakat, lebih jauh Bupati Sutan Riska menjelaskan, dalam dua tahun terakhir, pihaknya berupaya untuk memulihkan kembali lingkungan kawasan Batang Nyunyo. Luas kawasan yang hampir menyerupai padang pasir itu mencapai 450 hektar. Sudah dua tahun anggaran mendapat kucuran dana miliaran rupiah, namun batang bambu yang sengaja ditanam itu pertumbuhannya tidak maksimal.

Menanggapi paparan bupati, Doni Monardo mencoba mencari solusi. Pemegang pangkat jenderal bintang tiga TNI itu menyatakan, kandungan mercuri di kawasan itu masih sangat tinggi, sehingga tanaman apapun tidak bisa tumbuh dengan baik. Oleh karena itu, perlu dicari tanaman lain yang lebih toleran terhadap cemaran logam berat seperti mercuri. "Saya carikan bibit tanaman yang bisa tumbuh disini pak Bupati," katanya.

Doni kemudan memberi pujian terhadap komitmen Pemkab Dhamasraya dalam memulihkan lingkungan yang sempat rusak akibat penambangan emas liar. Oleh karena itu, BNPB yang merupakan lembaga non kementerian dapat masuk bersama kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terutama dalam memadukan program pemulihan lingkungan. "Kalau lingkungan ndak baik, maka alam akan murka dan buntutnya timbul bencana," ujar Doni.(rel)