Keltan Sri Rejeki Kamang, Panen Jagung 12,8 Ton Per Hektar

Ekonomi | 15 April 2019
Panen Jagung

SIJUNJUNG – Panen jagung Kelompok Tani Sri Rejeki, Nagari Kamang, Kabupaten Sijunjung capai 12,8 ton per hektar pipil basah. Pencapaian produktifitas itu diharapkan mampu mengangkat ekonomi petani setempat.

Hasil jerih payah yang dilakukan Kelompok Tani Sri Rejeki, selama tiga bulan di lahan seluas satu hektar itu, hasilnya cukup mengembirakan. Dari hasil ubinan yang dilakukan, produktifitas jagung verietas pioner 32 mencapai 12,8 ton per hektar pipil basah.

Bupati Sijunjung, Yuswir Arifin melakukan panen jagung di Jorong Kamang Makmur Nagari Kamang Kecamatan Kamang Baru, Senin (15/4).

Dalam kegiatan itu, Bupati Yuswir Arifin didampingi Dandim 0310/SS diwakili Kapten Inf.Nasfi, Kepala Dinas Pertanian, Ronaldi, Kadis Pangan dan Perikanan, Nizam Ul Muluk, Kabag Humas dan Protokol, Jasril, Camat Kamang Baru, David Rinaldo, unsur forkopimca dan Wali Nagari Kamang, Syafri.

Jagung yang dipanen Bupati Yuswir Arifin milik Kelompok Tani Sri Rejeki Jorong Kamang Makmur Nagari Kamang. Orang nomor satu di kabupaten berjuluk Ranah Lansek Manih mengapresiasi jerih payah yang dilakukan anggota Kelompok Tani Sri Rejeki.

 “Terima Kasih, semoga kegiatan yang dilakukan Kelompok Tani Sri Rejeki ini diikuti kelompok tani lainnya,” ucap Bupati Yuswir Arifin.

Selain memberikan apresiasi, Bupati penerima penghargaan Leadership Award dari Kementrian Dalam Negeri berharap hasil panen ini dapat meningkatkan pendapatan anggota Kelompok Tani Sri Rejeki.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sijunjung, Ronaldi menambahkan budidaya jagung sangat mengembirakan. Per hektar mampu menghasilkan 12,8 ton pipilan basah.

Begitu juga harga jual jagung sangat menguntungkan.“ Dengan harga Rp4.000 per kilo gram hasil yang didapat Keltan Sri Rejeki mencapai Rp65 juta,” kata Ronaldi.

Wali Nagari Kamang, Syafri mengaku bangga dengan kegigihan anggota kelompok Tani Sri Rejeki.Ia mengatakan siap memfasilitasi keinginan dan harapan seluruh kelompok tani di Nagari Kamang. “Saya siap memfasilitasi apa yang menjadi harapan Kelompok Tani,” ucap Syafri.
Ketua Kelompok Tani Sri Rejeki, Khoirin menyebutkan,  perkumpulan tani  berdiri tahun 2016 lalu.Pendirian kelompok tani untuk meningkatkan perekonomian anggotanya sehingga kesejahteraan anggota akan meningkat.

Namun, baginya masih ada beberapa yang menganjal.” Hanya saja ada beberapa kendala yang kami butuhkan yakni, hand traktor, terpal jemur, dan lantai jemur jagung,” ucap Khorin.(zet)