Kebutuhan Pokok Mulai Langka di Tua Peijat

Ekonomi | 27 Mei 2020
Lapak ikan

MENTAWAI - Sejumlah bahan kebutuhan pokok di desa Tuapeijat, Kecamatan Sipora Utara Mentawai, mulai langka sejak sebelum lebaran hingga saat ini.

Kelangkaan tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya kapal ASDP yang biasanya mengangkut bahan kebutuhan pokok dari Padang, sejak Jumat lalu (22/5/2020) hingga Senin (25/5/2020) tidak beroperasi menuju Tuapeijat di saat lebaran.

Dikabarkan, Kapal baru akan beroperasi ke Tuapeijat mulai Jumat (29/5/2020) mendatang, yang berkemukinan akan membawa pasokan kebutuhan pokok bagi masyarakat.

Adapun bahan-bahan kebutuhan pokok di warung-warung sudah tampak kosong.
"Bahan sembako mulai kosong sejak sebelum lebaran karena banyak yang membeli untuk membuat bahan kue dan kapal tidak masuk," ujar Habib, putra pemilik kedai Reza di Tuapeijat.

Sementara itu stok ayam juga tampak kosong pada kios-kios ayam. "Sejak Jumat lalu ayam kosong karena kapal tidak masuk. Mudah-mudahan Jumat nanti sudah normal kembali.
Biasanya kita menjual Rp,65 ribu per ekor dengan bobot sekira 2 kilogram," tutur Dasril, seorang pemilik usaha kios ayam di Tuapejat.

Selain itu, lapak ikan di TPI (tempat pelelangan ikan) juga mengalami hal yang sama. Kalaupun ada, stoknya hanya sedikit.

"Sebab lapak ikan masih kosong karena selain kondisi cuaca juga masih dalam suasana lebaran," kata Jefri dalah seorang Pedagang ikan di TPI.

Adapun harga ikan yang dijual fluktuatif dan kemungkinan naik sekira Rp, 5.000 tergantung modal saat membeli ikan dari nelayan.

"Kita terkendala pabrik es di TPI macet jadi  tidak produksi sehingga kita memakai es kulkas sementara ini," kata Jefri.

Selain itu ia juga menuturkan bahwa pihaknya juga terkendala oleh atap gedung TPI yang sudah bocor apalagi ketika hujan dan angin kencang.

Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Mentawai, Usman Labai mengatakan bahwa pihaknya mengusulkan anggaran untuk perbaikan atap di TPI melalui APBD perubahan tahun 2020 dimana gedung tersebut juga merupakan aset pemerintah.(ks/sasarainafm)

Editor: Fadhly Piliang