K U R B A N

Ulasan | 30 Juli 2019
Fadilla Jusman

BANYAK alasan mengapa kita harus berkurban? Sedikitnya terdapat enam alasan penting kenapa kurban dilaksanakan. Tentu alas an utamanya, sebagai bentuk syukur terhadap Allah SWT.

Sebagai manusia yang diberi rezki lebih, hendaknya berbagi kepada sesama yang belum beruntung. Salah satunya dengan membagikan daging kurban. Sebab, tidak semua orang mampu mengonsumsi daging merah.

Menurut data Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), yang dirilis pada 2018, konsumsi daging pada masyarakat Indonesia pada 2017 baru mencapai rata-rata 1,8 kg untuk daging sapi, 7 kg daging ayam, dan 0,4 kg daging kambing.

Jumlah tersebut jika dibandingkan dengan negara-negara di ASEAN lainnya, bangsa Indonesia jauh tertinggal. Mengacu pada data OECD dalam periode yang sama, negara tetangga seperti Malaysia tingkat konsumsinya mencapai 4,8 kg daging sapi, 46 kg daging ayam, dan 1 kg daging kambing.

Sementara Filipina mencapai 3,1 kg daging sapi, 12,6 kg daging ayam, dan 0,5 kg daging kambing. Thailand angka konsumsinya mencapai 1,7 kg daging sapi, 14,5 daging ayam, sedangkan Vietnam tingkat konsumsinya 9,9 kg daging sapi, 13 kg daging ayam, dan 1,7 kg daging kambing.

Rata-rata tingkat konsumsi daging di Indonesia juga masih jauh di bawah rata-rata tingkat konsumsi dunia yang mencapai 6,4 kg daging sapi, 14 kg daging ayam, dan 1,7 kg daging kambing.

Tentu saja dengan rendahnya tingkat konsumsi daging ini juga berpengaruh pada rendahnya tingkat asupan protein hewani pada masyarakat Indonesia, terutama untuk golongan ekonomi menengah ke bawah.

Terlepas dari itu semua, kembali pada masalah kurban, alasan kedua melakukan kurban, untuk menghidupkan ajaran Nabi Ibrahim. Dalam kisahnya, Ibrahim dan Ismail ikhlas menjalankan apapun perintah-Nya, sekalipun itu sulit diterima dengan akal sehat manusia.

Selanjutnya, tentu untuk mengingatkan kita untuk melepaskan sifat duniawi dan apa yang paling disuka. Karena selama bertahun-tahun Nabi Ibrahim AS, menantikan kehadiran buah hati. Namun setelah dikaruniai, justru Allah SWT menuliskan kisah lain. Hal ini mengingatkan kita bahwa apapun yang ada pada kita hanyalah titipan-Nya dan suatu saat akan kembali kepada-Nya lagi.

Keempat, kurban juga merupakan tanda taqwa kepada-Nya. Kurban merupakan ibadah sunnah dari ranah sedekah. Maka bagi yang telah mampu berkurban, sebaiknya menunaikannya.

Kelima, kurban mempunyai manfaat langsung kepada sesama. Kurban tidak semata ibadah vertikal, tetapi juga horizonal. Manusia yang berkurban sama saja dengan menyejahterakan sesama. Bahkan dengan berkurban, kita juga dapat menebar persauaraan.

Dan yang terakhir atau keenam, kurban merupakan wujud syukur atas nikmat yang didapat seperti yang telah difirmankan dalam surat Al-Kautsar ayat 1-2: “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu sebuah sungai di surga, maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah”.

Dan tentunya, kita berdoa, mudah-mudahan saja, ibadah kurban yang akan kita laksanakan di bulan zulhijjah 1440 H, selain menambah iman dan ketaqwaan terhadap Allah SWT, juga dapat berkontribusi terhadap peningkatkan angka konsumsi daging masyarakat Indonesia. Amiin.(Fadilla Jusman)

#harianhaluan #kolom #sawahlunto #literasi