Jelang Audit Internal, DPK Sawahlunto Gelar Bimtek Kearsipan

News | 16 Maret 2020
Bimtek Kearsipan

SAWAHLUNTO - Tingkatkan mutu penyelenggaraan kearsipan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Sawahlunto menggelar bimbingan teknis terhadap petugas dan pengelola arsip, mulai dari level desa, kelurahan, hingga organisasi perangkat daerah dan instansi vertikal.

Terkelolanya arsip di seluruh instansi maupun perangkat organisasi daerah, menjadi tujuan utama dalam bimbingan teknis yang diikuti 80 peserta, yang digelar selama dua hari, dengan nara sumber dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Sumatera Barat tersebut.

“Arsip memiliki arti yang sangat penting. Seperti yang disampaikan Presiden pertama RI Soekarno, jangan melupakan sejarah atau Jasmerah, sejarah itu dibuktikan melalui arsip,” ungkap Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Sawahlunto, Drs. Eidwar, M.Pd ketika membuka Bimbingan Teknis Pengelolaan Arsip Dinamis Inaktif, di Aula Dinas Pendidikan Sawahlunto.

Termasuk dalam lingkungan kedinasan, lanjut Eidwar, jika tidak bisa menyelamatkan arsip, maka hilanglah sejarah. Arsip sangat menentukan perkembangan sebuah bangsa dan negara. Contohnya, berkas arsip tentang Supersemar yang tidak ditemukan, maka turut hilang pula sejarahnya.

“Bagi OPD maupun pemerintahan, arsip juga begitu sangat penting. Sawahlunto sendiri sebagai daerah heritage, sebagian besar sejarahnya arsipnya justru tidak ada di Sawahlunto. Arsip kita lebih banyak berada di Belanda, yang menjajah lebih dari tiga setengah abad,” tambahnya.

Secara nasional, pengelolaan arsip menjadi salah satu poin penting pada prioritas nasional, yang terkait dalam revolusi mental dan pembangunan kebudayaan, yakni pelayanan pengguna arsip sebagai memori kolektif dan jati diri bangsa.

Selain itu, juga dimuat dalam prioritas nasional terkait memperkuat stabilitas Polhukhankam dan tranformasi pelayanan publik yang menuntut penerapan e-arsip terintegrasi dari tingkat daerah hingga pusat.

Pelayanan good goverment pemerintahan yang melayani, diimbangi dengan berkas dan dokumen arsip yang dimiliki. Biasanya arsip yang diciptakan instansi dan organisasi perangkat daerah, disimpan di atas meja, selanjutnya masuk ke bawah meja, hingga berakhir di dalam karung.

Eidwar juga mengatakan hari ini arsip juga sudah mulai melangkah ke sistem elektronik. Menyelamatkan dokumen dari keterbatasan ruang dan waktu. “Mulailah kita peduli dengan arsip,” ajaknya.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Sawahlunto sendiri, sesuai amanat Peraturan Kepala ANRI nomor 6 tahun 2019, akan melakukan audit internal kearsipan pada setiap organisasi perangkat daerah mulai tahun 2020.

Audit internal tersebut, akan berkontribusi sebanyak 40 persen terhadap penilaian kearsipan Kota Sawahlunto. Sedangkan 60 persen penilaian lainnya berasal dari audit eksternal yang dilakukan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Sumatera Barat terhadap Lembaga Kearsipan Daerah Kota Sawahlunto.(rel)