X

Gelar Kursus Kepemiluan, KPU Sawahlunto Bentuk Mitra

Politik | 07 November 2018
Kursus Kepemiluan

OMBILIN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sawahlunto menggelar kursus kepemiluan, sebagai upaya peningkatakan partisipasi masyarakat dalam Pemilu 2019 mendatang.

Sedikitnya 80 peserta dari 37 desa dan kelurahan empat kecamatan hadir. Peserta yang disasar masyarakat non kepartaian. “Kursus kepemiluan ini memang menyasar masyarakat non partai, yang telah berusia 17 tahun atau sudah memiliki hak pilih ketika 17 April 2019 mendatang,” ujar Koordinator Divisi Sosialisasi Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Sawahlunto, Desy Fardila, kepada kabarita.co, Rabu (7/11).

Pelaksanaan kursus kepemiluan, menurut Desy Fardila, dilaksanakan 7, 8 dan 10 November, dengan menghadirkan penggiat pemilu Sumatera Barat, guna memotivasi masyarakat, betapa pentingnya menggunakan hak pilih dalam pemilu 2019 tersebut.

Selanjutnya, peserta akan menjadi mitra KPU dalam mensosialisasikan gerakan ‘Ayo Memilih’, serta menggerakan masyarakat untuk aktif melihat keterdaftaran mereka sebagai pemilih.

Dalam pelaksanaannya, ujar Desy Fardila didampingi Kasubag Teknis KPU Sawahlunto, Juni Lesmita Devi, KPU mensosialisasikan informasi tentang pentingnya masyarakat menggunakan haknya dalam pemilu.

Target akhir KPU, ujar Ibu dua anak itu, masyarakat digugah untuk peduli akan hak pilih mereka. Sehingga masyarakat bersama keluarganya mau mendaftarkan diri sebagai pemilih. Dari data yang dimiliki KPU, lulusan pascasarjana Universitas Negeri Padang itu, terdapat 916 pemilih pemula, 629 diantaranya belum melakukan perekaman data.

Tentu saja, sosialisasi yang dilakukan juga menghimbau masyarakat untuk melakukan perekaman data. Yang tidak kalah pentingnya, pemilih pemula juga diberikan informasi terhadap surat suara dalam pemilihan serentak itu, serta mengenali surat suara.

Untuk pemilihan presiden dan wakil presiden, lanjut Desy Fardila, surat suara berwarna abu-abu, kuning untuk DPR-RI, warna merah untuk DPD-RI, dan warna biru untuk DPRD provinsi, serta warna hijau untuk DPRD kota.

Penggiat Pemilu Sumbar, Mufti Syarfie, dalam kursus kepemiluan, yang berlangsung di Hotel Ombilin itu, menyampaikan materi terkait nilai demokrasi dan pemilu, untuk merawat kedaulatan bermasyarakat.

Menurut mantan anggota KPU Sumbar, tiga periode itu, demokrasi merupakan alat untuk mempersatukan masyarakat. Pemilu hadir bukan untuk memecah belah masyarakat, namun untuk menyatukan.

“Pemilu merupakan alat untuk memilih pemimpin, yang akan menjadi penentu perjalanan pemerintahan ke depan, memegang pemerintahan dalam upaya menciptakan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, sangat dibutuhkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan hak pilih dalam sertiap pemilu,” ujar Mufti.

Sementara itu, Desy Fardila yang tampil dengan materi informasi kepemiluan 2019 mengatakan, sosialisasi tidak hanya menyasar kaum muda, namun juga menyasar segmen perempuan, segmen pendidikan pemilih disabilitas. Untuk mendukung itu, maka dilakukan kursus kepemiluan.

Dalam pelaksanaan Pemilu 2019 mendatang, ujarnya, KPU Sawahlunto berusaha mencapai target partisipasi nasional sebesar 77,5 persen. Sebelumnya, dalam target Pilkada 2018 lalu, KPU Sawahlunto bisa mencapai partisipasi pemilih sebesar 77,8 persen atau melampaui target partisipasi pemilih dalam Pilkada yakni 75 persen.

“Harapan kami, tentu saja dengan sosialisasi yang dilakukan dapat menggenjot angka partisipasi dalam Pemilu mendatang. Sebab, semakin tinggi angka partisipasi tentu akan semakin sukses pelaksanaan Pemilu,” tambahnya.(sip)