Diyakini Bisa Tangkal Corona, Harga Jahe Merah Naik

Ekonomi | 30 Maret 2020
Jahe

DHARMASRAYA - Sejak disebut-sebut sebagai salah satu altenatif pencegahan penularan Covid19, harga jahe merah di Kabupaten Dharmasraya, naik signifikan.

Bahkan para pedagang dan masyarakat sudah kesulitan mendapatkan jahe merah tersebut. Harga jahe merah yang biasanya Rp30 ribu naik menjadi Rp50 ribu per kilogram. Hal ini terjadi sejak wabah virus corona jenis baru (Covid19) masuk ke Indonesia.

“Selain naik, jahe merah juga sulit didapat. Ini sudah berlansung sejak seminggu terakhir,” kata penjual Skoteng David (38), seperti dilansir topsatu, Minggu (29/3/2020).

Menurutnya, harga jahe naik karena dicari banyak orang, sejak beredar isu bahwa rempah itu dapat mencegah penularan virus corona.

“Awalnya juga bingung kenapa naik. Ternyata telah beredar di medsos dan masyarakat bahwa jahe merah dapat menangkal virus covid19 ini,” terangnya.

David menjelaskan, para pedagang skoteng seperti dirinya, jahe merah didapatkan dari petani asal kabupaten Solok.

“Kita beli langsung dari petani jahe di solok, namun sudah sepekan ini agak sulit mendapatkan jahe merah,” katanya.

Menurutnya, meskipun harga jahe naik, dirinya tidak menaikkan harga jual skotengnya. Satu gelas sekoteng dijual dengan harga Rp8.000. Kalau sekoteng dicampur telur bebek Rp10.000 per gelas.

” Setiap malam saya menjual 80 sampai 90 gelas minuman dari air jahe. Selain skoteng kami juga menjual minuman bandrek, bedanya bandrek tidak pakai campuran melainkan hanya air jahe dikasi susu,” terangnya.

Ia menambahkan sekoteng adalah minuman dari air jahe yang dihidangkan panas. Bahan lain yang dicampur ke dalam minuman sekoteng antara lain kacang hijau, kacang tanah, pacar cina, dan potongan roti tawar.(roni/topsatu)