Diamankan Satpol PP, Wanita ini Mengaku ODP

News | 01 April 2020
Satpol PP Amankan

PADANG - Seorang wanita yang diamankan Satpol PP Padang saat penertiban di salah satu kontrakan, mengaku berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP) Covid-19 kepada petugas, Rabu (1/4/2020).

Seluruh personil Satpol PP yang mendengar pengakuan wanita tersebut sontak terkejut, terlebih ia mengaku baru kembali dari Jakarta sekitar 15 hari belakangan dan dinyatakan ODP.

Setelah dilakukan interogasi, wanita yang diketahui berinisial FN (21), mengaku ODP untuk mengelabuhi petugas, karena dirinya ikut terjaring saat dilakukan pengrebekan oleh Satpol PP Padang di salah satu kontrakan kawasan Lubuk Begalung Kota Padang Sumatera Barat.

Pada operasi tersebut, sebanyak 11 orang diamankan petugas termasuk FN. Lokasi kontrakannya berada di RT 03/RW01, Kelurahan Tanjung Saba, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang.

Operasi tersebut berawal dari laporan masyarakat setempat yang sudah resah oleh keberadaan mereka yang sering terlihat bercampur antara laki-laki dan perempuan di kontrakan tersebut.

Petugas yang mendapat laporan langsung menuju rumah semi permanen di kawasan itu, yang terdiri dari beberapa kamar berdinding papan.

Di dalam ruangan tersebut, petugas mendapati 6 orang laki-laki bersama 5 orang perempuan yang sedang berpasang-pasangan. Ada juga sedang duduk, dan sebagian lagi sedang tidur pulas.

Diduga mereka melakukan perbuatan kumpul kebo karena sudah bercampur antara laki-laki dan perempuan, serta diketahui mereka juga tidak memiliki ikatan hubungan suami istri.

“Belasan orang tersebut kebanyakan masih usia remaja, saat dilakukan penertiban mereka tidak bisa menunjukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Identitas Diri ataupun pun surat nikah kepada petugas,” terang Alfiadi Kasat Pol PP Padang.

Untuk proses lebih lanjut, ke 11 orang ini langsung di amankan ke Mako Satpol PP Jalan Tan Malaka Padang.

Sementara, perempuan yang mengaku ODP, diketahui berasal daerah Bukitinggi setelah dilakukan pendalaman lebih lanjut oleh PPNS. Ia mengaku ODP hanya untuk mengelabui petugas. Hal tersebut diketahui setelah Satpol PP menghubungi langsung orang tua yang bersangkutan.

Untuk selanjutnya petugas langsung mengantarkan yang bersangkutan ke ravel menuju Bukittinggi dengan biaya ditanggung oleh pihak Satpol PP.

Dalam rangka menjaga ketertiban umum dan ketentraman masyarakat, apalagi dalam masa tanggap darurat Covid-19.

Satpol PP giat menertiban segala aktifitas berkumpul dan harus membubarkan diri sesuai instruksi dan himbauan Wali Kota Padang, karena ini langkah pemerintahan kota Padang untuk memperkecil penyebaran virus Corona.

Lebih lanjut Alfiadi menjelaskan kepada mereka yang terjaring ini, akan diproses sesuai aturan dan ketentuan serta juga memanggil pihak keluarga mereka agar datang ke Mako Satpol PP.

“Ini adalah tugas rutin kita segala kegiatan dan peraturan di Kota Padang akan kita tegakkan, mereka yang terjaring ini pihak orang tua akan kita panggil,” tegas Alfiadi.

“Perlu kerja sama semua pihak dalam upaya pencegahan penularan Covid19 sehingga dapat memutus rantai penyebaranya,” terang Alfiadi.

Ia menjelaskan, Satpol PP terus lakukan upaya pencegahan, hampir setiap waktu membubarkan kegiatan berkumpul-kumpul dari masyarakat kota apa lagi hal yang tidak penting seperti nongkrong di warung atau tempat-tempat umum.

Namun, dilihat dari data peningkatan ODP, PDP di Kota Padang perlu langkah lebih rinci guna menghambat wabah ini memakan korban.

“Phisical Distancing Salah satunya mencegah berkumpulnya masyarakat di suatu tempat yang sangat riskan untuk penyebaran wabah Virus Corona ini,” terang Alfiadi

Sementara Walikota Padang, Mahyeldi tidak ingin masyarakatnya lebih parah terpapar, orang nomor satu di Kota Padang ini juga telah mengambil beberapa langkah seperti terhadap aturan belajar bagi Siswa SMP, SD dan TK dilanjutkan intruksi bekerja dari rumah serta intruksi penutupan sementara Fasilitas rekreasi Pariwisata, hal itu bertujuan untuk memutus rantai penyebaran pandemi Covid-19.

Sesuai intruksi Walikota tertanggal 30 Maret 2020 yang berisi pembatasan jam keluar malam bagi warga Kota Padang.

Berdasarkan instruksi itu diimbau kepada masyarakat untuk sementara waktu bisa berkerjasama, agar bisa menahan diri supaya tidak melakukan kegiatan berkumpul baik aktifitas disiang hari maupun malam harinya.

Sebelumnya diketahui, petugas juga sempat menggerebek belasan remaja yang ngumpul dalam satu kamar hotel.

Tak hanya itu, beberapa hari lalu, Polisi juga berhasil membongkar prostitusi online yang melibatkan anak di bawah umur.(sep)

Sumber   : beritanda1

Editor      : Fadhly Piliang