X

Deri Asta Teken MoU dengan Perusahaan di Batam

News | 03 November 2018
Wako Teken MoU Dengan Perusahaan Batam

BATAM - Meski belum genap seratus hari kerja, upaya membuka kesempatan kerja bagi masyarakat Sawahlunto, yang menjadi salah satu program unggulan pasangan Deri Asta – Zohirin Sayuti, mulai diwujudkan.

Langkah itu ditandai dengan penandatanganan kerja sama Pemerintah Sawahlunto dengan PT. Universal Karya Mandiri - Batam. Melalui kerja sama itu, sebanyak seratus calon tenaga kerja dari Sawahlunto, akan disalurkan ke berbagai perusahaan yang membutuhkan. 

Sebelum masuk ke dunia kerja, para calon tenaga kerja itu diberikan keterampilan, melalui Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kota Sawahlunto, pada Balai Latihan Kerja (BLK).

Tenaga kerja yang akan dikirim nanti sudah memiliki skill atau kompetensi, atau tenaga kerja yang dikirim memiliki kualitas. Langkah kerja sama itu, sebagai upaya dari pemerintah untuk memberikan kesempatan dan peluang kerja bagi mereka yang ingin bekerja.

Walikota Sawahlunto, Deri Asta, mengatakan setidaknya data saat ini terdapat 1600 warga Sawahlunto yang belum mendapat pekerjaan tetap. Angka terbilang cukup besar, sehingga perlu mendapat perhatian dan solusi. 

“Perluasan kesempatan melalui kerja sama dengan PT. Universal Karya Mandiri salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dalam upaya memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat yang belum memiliki pekerjaan tetap,” ujar Bapak tiga anak itu.

Dampak yang dituju nantinya, lanjut pria kelahiran 13 Oktober 1973 itu, tentu saja berkurangnya angka pengangguran di Sawahlunto, yang berujung semakin kecilnya angka tindak kriminalitas, serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

Penadatanganan kerjasama yang berlangsung di Batam, Sabtu (3/11), dilakukan antara Walikota Deri Asta bersama Direktur PT. Universal Karya Mandiri, Suyanto, yang disaksikan Ketua DPRD Sawahlunto Adi Ikhtibar, tokoh-tokoh perantau Sawahlunto di Batam.

Selain dari 1.600 warga Sawahlunto yang belum memiliki pekerjaan tetap, lanjut Deri Asta didampingi Wakil Walikota Zohirin Sayuti, setiap tahunnya juga terjadi penambah rata-rata 800 angkatan kerja lainnya, yang berasal  dari tamatan SMA sederajat dan perguruan tinggi.

“Jumlah itu, jika tidak mendapatkan pekerjaan tetap, maka mereka kemudian menjadi tenaga kerja tidak produktif. Pemerintah tentu bertanggung jawab mencarikan solusi dan peluang kerja,” katanya.

Namun, bagi Deri Asta, yang tidak kalah penting dengan perluasan kesempatan kerja tersebut adalah mempersiapkan tenaga kerja yang berkualitas. “Sebelum kita fasilitasi untuk bekerja, tentu yang terpenting kita siapkan dulu tenaga kerja ini,” katanya.

Selain peluang kerja, Pemerintah Sawahlunto juga akan turut serta dalam upaya mempersiapkan calon tenaga kerja yang memiliki skill dan kompetensi, dengan mengaktifkan kembali Balai Latihan Kerja dan memaksimalkan berbagai pelatihan di Sanggar Kegiatan Belajar.

“Dengan itu, kita harap tenaga kerja kita semakin terampil dan berkualitas, sehingga menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dan siap pakai,” tutur Deri Asta.

Direktur PT. Universal Karya Mandiri Suyanto sendiri mengatakan, meski saat ini kuota tenaga kerja yang akan disalurkannya baru 100 orang, namun ke depannya siap untuk ditambah. 

Masih dalam kesempatan yang sama, Walikota Deri Asta juga mengajak para pengusaha/perantau Sawahlunto di Batam untuk berinvestasi di “Kota Arang”. Deri meyakinkan bahwa potensi Sawahlunto sangat besar untuk dieskplorasi. 

“Mari para pengusaha/perantau di sini, kalau berinvestasi kita di Sawahlunto saja. Bersama kita bangun kampung halaman,” kata Deri. 

Pemko sendiri, sebut Wako Deri Asta siap mendukung dengan memfasilitasi serta memberikan sejumlah kemudahan untuk berinvestasi bagi para pengusaha/perantau itu. 

Sementara itu, Ketua Ikatan Perantau Sumatera Barat Batam, yang juga penasehat Ikatan Perantau Sawahlunto Batam, Erwin, mengapresiasi langkah Walikota Deri Asta dan Wakil Walikota Zohirin Sayuti, yang dalam masa kerja belum genap 100 hari langsung bekerja keras mencari solusi-solusi terhadap masalah yang dihadapi masyarakat.

Erwin juga mengatakan, pihaknya siap membantu. Salah satunya dengan memberikan silabus tentang keahlian-keahlian apa saja yang dibutuhkan dunia kerja, khususnya Kota Batam.

Erwin juga ingat, ketika dulu di zaman kepemimpinan Walikota Amran Nur, hal serupa juga pernah dilakukan. Saat itu programnya bernama “Sawahlunto Training Center”. Kegiatannya hampir serupa, yakni mempersiapkan dan menghubungkan calon tenaga kerja dengan perusahaan. 

Tidak hanya itu, pertemuan dengan perantau Batam itu, juga dihadiri mantan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan – RB) Asman Abnur, yang merupakan pengusaha Batam asal Sumbar.

Asman mengapresiasi dan mendorong Pemko Sawahlunto untuk terus meningkatkan kualitas SDM para calon tenaga kerja. Salah satunya dengan memaksimalkan pendidikan, pelatihan, bimbingan dan sebagainya. 

Asman juga menyinggung bahwa untuk ranah pendidikan, peluang Sawahlunto untuk membangun perguruan tinggi pariwisata atau pertambangan harus terus dioptimalkan.(dul)