Deri Asta Ali Yusuf Komit Bersama Bangun Sawahlunto

Politik | 02 Juli 2019
Deri Asta Ali Yusuf

SAWAHLUNTO - Jika dulu bersaing dalam memperebutkan kursi orang nomor satu di ‘Kota Kuali’, kini dua politisi Kota Sawahlunto sepakat dan berkomitmen, untuk saling bergandengan bersama membangun kota seluas 279,5 kilometer persegi itu ke depan.

Kedua politisi itu, Walikota Sawahlunto, Deri Asta dan Ali Yusuf, Walikota periode 2013 – 2018. Keduanya bertemu dalam jamuan makan siang, yang digelar di ruang kerja Walikota Sawahlunto, Selasa (2/7/2019).

Deri Asta merupakan Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) dan kini Walikota Sawahlunto yang terpilih dalam Pilkada 2018 lalu. Sementara Ali Yusuf memimpin ‘Kota Arang’ dalam rentang waktu 2013 – 2018, yang juga Ketua DPD Partai Golkar Sawahlunto.

Usai jamuan makan siang, Deri Asta dan Ali Yusuf, terlibat perbincangan hangat. Jika selama ini ada kebuntuan komunikasi, kini kedua politisi yang sama-sama berasal dari tanah kelahiran Mahaputra Mohammad Yamin itu, berbincang panjang lebar tentang kemana arah pembangunan Sawahlunto ke depan.

Walikota Sawahlubto, Deri Asta yang sengaja mengundang Ali Yusuf bersama pengurus Golkar mengatakan, atas nama pribadi berterima kasih atas kehadiran mantan orang nomor satu Sawahlunto itu bersama jajaran pengurus Partai Golkar.

“Saya sangat berterima kasih atas kehadiran Bapak Ali Yusuf, pimpinan Partai Golkar bersama jajaran. Ini pertanda baik untuk kebaikan Sawahlunto ke depan,” ungkap Bapak tiga anak, yang kini juga Ketua DPD Partai Amanat Nasional Sawahlunto itu.

Bagi Deri Asta pertemuan itu merupakan sinyal mencairnya komunikasi pemerintah saat ini dengan pemimpin sebelumnya. Hal itu, lanjutnya, sangat berarti bagi pemerintah yang ada, sebab akan sangat membantu gerak langkah pemerintah.

“Pemerintah tentu akan sangat terbantu dengan mencairnya komunikasi ini, terutama dalam melaksanakan pembangunan yang berkesinambangun. Apalagi, tadi pengurus Golkar sudah menyatakan sepakat untuk bersama-sama membantu pembangunan Sawahlunto ke depan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ali Yusuf mengatakan, sebagai orang yang pernah memimpin Sawahlunto, dirinya bersama pengurus dan Partai Golkar, tentu lebih mendahulukan kepentingan masyarakat.

“Makanya, Partai Golkar sepakat untuk bersama-sama membantu Pemerintah Sawahlunto. Terutama dari sisi legislatif, tidak hanya untuk level kota, namun juga untuk di tingkat provinsi hingga senayan,” ujarnya.

Suami Yenny Halil itu melihat, untuk membangun Sawahlunto dibutuhkan kebersamaan dan sinergitas seluruh komponen yang ada. Apalagi, anggaran yang dimiliki kota berpenduduk 65 ribu lebih itu terbilang sangat terbatas.

Dari pengalamannya, Ali Yusuf mengharapkan pemerintah Sawahlunto harus lebih giat menjalin komunikasi dengan pemerintah provinsi dan pusat, guna menggaet anggaran dan program pembangunan untuk dilaksanakan di Sawahlunto.

Selain itu, Ali Yusuf mengaku, masih banyak pekerjaan di masa dirinya memimpin Sawahlunto, untuk terus dilanjutkan. Harapannya, tentu program yang telah ada untuk dilanjutkan dan tidak terhenti di tengah jalan.

“Diantara program penting itu, revitalisasi Batang Lunto dan jembatan Saringan di kawasan Silo, serta beberapa program lain yang membutuhkan kelanjutan pembangunan. Ini musti ditindaklanjuti, Golkar bersama Pemerintah Sawahlunto,” ujar Ali Yusuf.(del)