Buyung Lapau Nilai Olahraga Berpotensi Majukan Padang Pariaman

News | 26 November 2019
Bersama Ketua PABBSI Pusat

PADANG PARIAMAN – Tidak hanya berpengalaman sebagai birokrat, kandidat bakal calon Bupati Padang Pariaman, Buyung Lapau juga memiliki pengalaman dalam bidang olahraga, yang dinilai mampu memacu perekonomian daerah.

Sempat menjadi Bendahara ketika pacuan kuda Sawahlunto Derby pertama kali digelar 2005 silam, jebolan pascasarjana Universitas Gajah Mada itu, juga belasan tahun memimpin cabang olahraga PABBSI di ‘Kota Arang’.

Banyak iven olahraga PABBSI digelarnya di Kota Sawahlunto. Tidak hanya yang berskala lokal, namun juga nasional. Bahkan, atlet binaraga Iwan Samurai, meraih berbagai kejuaraan di bawah bendera PABBSI Kota Sawahlunto.

“Saya melihat peluang olahraga untuk berperan dalam memajukan daerah sangat besar. Jika dibina dan dikembangkan dengan baik, olahraga bisa menjadi motor tersendiri untuk mengangkat ekonomi,” ujar Buyung Lapau kepada kabarita.co, Selasa (26/11/2019).

Padang Pariaman sendiri, terang Buyung Lapau juga memiliki potensi di bidang olahraga. Mulai dari pacuan kuda hingga binaraga. Untuk pacuan kuda sendiri, pria yang dilirik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, Padang Pariaman, memiliki lapangan pacuan yang tidak kalah dibandingkan lapangan pacuan lain di Sumbar.

Padang Pariaman memiliki lapangan di Nagari Balah Aia, Korong Duku Banyak, Kecamatan VII Koto, Sungai Sariak. Dulu, lapangan itu terkenal di kalangan pecinta kuda, sama dengan lapangan pacu kuda Bancah Laweh Bukittinggi, Lapangan Bukit Gombak Batusangkar, ataupun Lapangan Kandi Sawahlunto.

Namun, sepuluh tahun terakhir lapangan pacu kuda Paguh seolah mati suri, tidak lagi terdengar gebyar pacu kuda di sana. Tertinggal dengan lapangan pacuan kuda lain yang semakin semarak dari tahun ke tahun.

Bahkan, lanjutnya, Kota Sawahlunto sebagai pendatang baru di bidang olahraga pacu kuda, dengan lapangan pacu kuda Sawahlunto yang baru dibangun di masa Walikota Amran Nur, pada 2005, setiap tahun selalu melaksanakan pacu kuda Sawahlunto Derby.

“Pacuan kuda memiliki potensi besar, apalagi, pecinta kuda di Padang Pariaman sendiri dan kabupaten kota yang ada di sekelilingnya sangat tinggi,” ungkap pria yang pernah menjadi Bendahara dalam iven Sawahlunto Derby tersebut.

Begitu juga dengan cabang olahraga lainnya, seperti PABBSI, juga bisa dikembangkan. Apalagi, Padang Pariaman memiliki akses yang sangat dekat dengan bandara, yang membuat apapun iven yang digelar akan sangat mudah diakses peserta.

“Padang Pariaman memiliki keistimewaan lebih dibandingkan dengan kabupaten dan kota lain di Sumbar, akses bandara berada di Padang Pariaman, tinggal semangat dan keinginan bersama untuk mengembangkannya,” pungkas jebolan STIA LAN RI tersebut.

Buyung Lapau sendiri mengaku, jika diberikan amanah memimpin Padang Pariaman periode lima tahun ke depan, akan menghidupkan olahraga, terutama pacuan kuda yang menjadi bagian dari budaya anak nagari di Sumatera Barat.(irn)