X

BUMDes Talago Ameh Dikucuri Rp505 Juta

Ekonomi | 22 Januari 2019
Peternakan Itik BUMDes Talago Ameh

SAWAHLUNTO - Bangun perekonomian masyarakat, Desa Talawi Hilie, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto mengalokasikan lebih dari setengah miliar rupiah dana desanya, sebagai modal awal bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Talago Ameh, yang didirikan Desember 2018 lalu.

Uang sebesar Rp505 juta itu, menjadi modal awal bagi BUMDes Talago Ameh dalam memberdayakan ekonomi masyarakat. Peternakan itik dan sapi menjadi target awal pengembangan ekonomi masyarakat.

“Usaha yang dikembangkan ini dengan sistem bagi hasil antara masyarakat dan BUMDes,” ungkap Direktur BUMDes Talago Ameh Talawi Hilie, Hendri Dt. Lobuo Nan Sati kepada kabarita.co, Selasa (22/1).

Menurut Bapak dua anak itu, untuk tahap awal, BUMDes Talago Ameh mengembangkan usaha itik petelur dan pengembangan sapi qurban. Untuk itik, masyarakat yang disetujui untuk melakukan kerja sama, dibuatkan kandang, dibelikan 100 ekor itik serta pakan itik.

Pria kelahiran 5 Februari 1976 itu menuturkan, 50 persen hasil dari penjualan telur menjadi milik BUMdes. Sisanya, dipotong dengan angsuran pembuatan kandang dan pakan itik, menjadi hak dari masyarakat.

Secara utuh, masyarakat hadir sebagai pemelihara dari itik. Sedangkan hasilnya menjadi hak dari kedua belah pihak, yakni BUMDes dan masyarakat. Pengembangan itik petelur dengan mengoptimalkan kebun masyarakat.

Kebun yang ada dibangunkan kandang, yang kemudian ditambah dengan waring di sekeliling pagar. Sehingga, kandang yang dibangun akan lebih bersih, sebab hanya digunakan ketika malam dan untuk bertelur bagi itik.

Setiap pagi, itik dapat dilepas bebas di sekeliling kebun yang telah dilengkapi dengan waring, yang membuat itik tidak bisa keluar dari kebun yang ada. Keuntungan lainnya, kebunpun akan lebih subur. Sebab, itik yang berkeliaran di kebun, turut menyebarkan kotoran yang menjadi pupuk untuk tanaman di kebun.

Begitu juga usaha sapi, masyarakat diberikan modal untuk pembelian sapi, hasilnya begitu sapi dijual, modal dikeluarkankan, maka keuntungan yang didapatkan dibagi sama rata antara masyarakat dan BUMDes.

“Pola yang diterapkan BUMdes adalah bagi hasil yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Baik ekonomi masyarakat maupun BUMDes sebagai pemberi manfaat sekaligus mencari laba,” tambahnya.

Sejak berdiri Desember lalu, kini puluhan masyarakat mengajukan diri untuk menjadi mitra BUMDes dalam mengembangkan usaha ternak sapi dan itik. Hanya saja, keterbatasan anggaran, BUMDes mengalokasikan kerja sama dengan 11 kepala keluarga untuk usaha itik, dan 8 kepala keluarga untuk usaha sapi.

Hendri mentargetkan, untuk satu tahun pertama, disamping memberdayakan perekonomian masyarakat, BUMDes Talago Ameh juga dapat memperoleh profit sebesar Rp30 juta dari usaha sapi dan Rp50 juta dari usaha itik.

Kepala Desa Talawi Hilie, Ferdian Irwan mengatakan, suntikan penyertaan modal dari dana desa untuk BUMDes Talago Ameh, ditujukan untuk memberdayakan masyarakat dan membangun ekonomi masyarakat.

“Untuk jangka panjang, dari 2018 hingga 2023 mendatang, direncanakan penyertaan modal untuk BUMDes Talago Ameh mencapai total Rp5 miliar, yang dilakukan secara bertahap,” kata Ferdian Irwan.

Untuk 2019, Desa Talawi Hilie akan menambah modal untuk BUMDes sebesar Rp200 juta. Tahun berikutnya, jumla penyertaan modal akan semakin ditingkatkan, sehingga BUMDes Talago Ameh mampu memberikan kontribusi terhadap desa.

Tujuan akhirnya, terang pria yang pernah bertugas di Bagian Humas Setdako Sawahlunto itu, BUMDes dapat berkontribusi terhadap APBDes melalui pendapatan asli desa, selanjutnya BUMDes memiliki dana Corporate Social Responsibility (CSR).

“Tentunya dengan modal yang besar, BUMDes akan mampu melebarkan usaha yang akan dikembangkan. Sehingga kehadiran BUMDes Talago Ameh benar-benar dirasakan masyarakat Talawi Hilie,” pungkasnya.

Sementara itu, Walikota Sawahlunto, Deri Asta ketika melaunching usaha itik BUMDes Talago Ameh Talawi Hilie, mengatakan sangat mengapresiasi langkah Desa Talawi Hilie dalam membangun ekonomi masyarakat.

“Kehadiran BUMDes dengan seluruh usaha yang dikembangkan, tentu diharapkan dapat membantu pengembangan perekonomian masyarakat. Program ini juga seiring dengan visi dan misi pemerintah kota,” ujar Deri Asta.

Pemerintah Sawahlunto sendiri, dalam 2019 juga meluncurkan program ekonomi kerakyatan, dengan memberikan bantuan ternak bagi keluarga kurang mampu, guna meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat kurang mampu.

Untuk bantuan ternak, ujar Deri Asta, berupa ayam, itik dan kambing, menyasar masyarakat kurang mampu. Program bantuan ternak ini akan lebih cepat memberikan dampak ekonomi terhadap masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan bibit bagi petani yang memiliki lahan kosong, yakni bibit manggis dan pinang. Untuk bantuan bibit pertanian, tentu memiliki jangka waktu yang terbilang lebih panjang, setidaknya hasil yang diharapkan bisa dirasakan dalam waktu tiga tahun ke depan.(rel)