Batu Runciang Silungkang Mulai DIlirik Wisatawan

Ekonomi | 07 Juni 2019
Batu Runciang Silungkang

SAWAHLUNTO – Destinasi geopark Batu Runciang mulai dilirik wisatawan. Meski masih dalam hitungan ratusan, wisatawan mengaku terkesan dengan pesona keindahan alam Batu Runciang.

Almudasir (44), warga Kota Padang yang merantau di Tembilahan Riau, mengatakan sengaja datang ke Batu Runciang Silungkang, untuk melihat langsung keindahan alam setempat.

Bapak dua anak itu mengaku mendapatkan informasi Batu Runciang dari media sosial. Begitu libur lebaran, Almudasir memboyong istri dan kedua anaknya melihat langsung keindahan Batu Runciang.

“Daerah lain tidak punya yang seperti ini, sangat indah. Apalagi jika dilengkapi dengan arena permainan, yang membuat anak-anak semakin betah berlama-lama di sini,” ujarnya.

Apalagi, lanjutnya, kawasan Batu Runciang Silungkang masih terbilang luas untuk dilengkapi dengan berbagai permainan, yang dapat memberikan warna bagi wisatawan.

Kawasan Batu Runciang Silungkang, Kota Sawahlunto sendiri dibuka semenjak tiga tahun terakhir. Awalnya merupakan semak belukar, yang belum dijamah tangan manusia.

Nofrianto (40), pemuda setempat, yang kini mengelola kawasan tersebut mengatakan, setiap hari selalu ada saja wisatawan yang datang berkunjung ke kawasan tersebut.

Untuk dapat menikmati pesona keindahan Batu Runciang, wisatawan tidak dipungut karcis masuk. Wisatawan cukup mengeluarkan jasa parkir.

Khusus untuk libur lebaran, Nofrianto mengambil jasa Rp5 ribu untuk mobil, dan Rp3 ribu untuk sepeda motor. Sedangkan di hari biasa, mobil hanya dikenai parkir Rp3 ribu dan motor Rp2 ribu.

Menurut Bapak tiga anak itu, masyarakat Desa Silungkang Oso sangat berharap pemerintah mendorong pengembangan kawasan wisata Batu Runciang, yang kini sudah dapat diakses sepeda motor dan mobil.

Camat Silungkang Kota Sawahlunto, Aholongan, ketika melakukan pemantauan di kawasan destinasi Batu Runciang kepada kabarita.co mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan kepada Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Sawahlunto, untuk dilakukan pengembangan kawasan wisata yang masuk dalam satu dari 50 geopark di ‘Kota Arang’ itu.

“Kami masih menunggu realisasi dari dinas terkait. Sebelumnya kami mengusulkan agar dibangunkan flying fox. Masyarakat sangat berharap pengembangan Batu Runciang,” ujar Aholongan.

Menurut Aholongan, pengembangan Batu Runciang menjadi kawasan wisata, dinilai akan berdampak pada perekonomian masyarakat sekitar. Sebab, dengan kondisi yang masih terbatas saat ini, Batu Runciang tetap memikat wisatawan untuk datang.

Aholongan mengatakan, dalam pengembangan saat ini, pemerintah sudah menjadi kerja sama dengan Biro Rantau Pemprov Sumbar. “Kita berharap semua pihak dapat bersama-sama menjadikan Batu Runciang sebagai kawasan wisata yang lebih berkembang lagi,” pungkasnya.(del)