BATIK ARANG

Ulasan | 07 November 2019
Fadilla Jusman

SEBELAS tahun lalu, tepatnya November 2008, Kota Sawahlunto sempat menginisiasi hadirnya kerajinan batik di ‘Kota Arang’. Kala itu, batik yang dinamai Batik Arang itu sempat diresmikan Gubernur Sumbar, Gamawan Fauzi.

Batik Arang itu hadir dari tangan pelukis batik Singapura, Zarkasi Said, yang diboyong mendiang Walikota Sawahlunto Amran Nur, yang diharapkan menjadi produk khas Sawahlunto di masa mendatang.

Bak namanya, Batik Arang, batik tersebut dibuat dengan perpaduan warna hitam dan putih. Produk khas yang mencirikan Sawahlunto sebagai kota tambang batu bara, sehingga produk Batik Arang diakui dan dipatenkan sebagai produk khas Sawahlunto.

Namun, Batik Arang bak bunga yang layu sebelum berkembang, batik dengan motif arang yang ditampilkan pada Hari Jadi Kota Sawahlunto ke 120 tahun itu pun menghilang tanpa jejak.

Keberadaan Batik Arang dipercaya dapat memperkuat branding Kota Sawahlunto sebagai kota budaya di Indonesia. Apalagi, batik sendiri sudah menjadi pakaian nasional.

Batik sebagai pakaian nasional, yang juga menjadi pakaian keseharian di tengah masyarakat Indonesia. Apalagi, kerajinan batik tersebut dijual dengan harga yang terbilang terjangkau di tengah masyarakat.

Batik yang sudah mendapatkan nama di tengah masyarakat secara nasional, tentu lebih mudah dibranding, dengan brand Batik Arang, batik bisa dijadikan brand dalam mendorong pariwisata sebagai cenderamata bagi wisatawan yang berkunjung ke Sawahlunto.

Pengembangan Batik Arang, dimaksudkan Walikota Amran Nur waktu itu, sebagai upaya mendukung pengembangan sektor pariwisata di Kota Sawahlunto, yang memang sudah mulai menjadi sektor andalan.

Akankah cita-cita pengembangan Batik Arang, yang dulu diresmikan mendiang Walikota Amran Nur, akan kembali dilanjutkan. Cita-cita yang belum kesampaian itu akan dilanjutkan sebagai upaya menumbuhkan usaha perekonomian baru di tengah masyarakat di kota yang kini telah menyandang status Warisan Budaya Dunia UNESCO.(Fadilla Jusman)

#harianhaluan #kolom #sawahlunto #literasi