Banyak Ndak Obeh Tumpak Candi Pulau Sawah

News | 07 September 2019
Dharmasraya

DHARMASRAYA - Merayakan Dharmasraya tampaknya bukan cuma untuk dikenal dunia atau pentas nasional semata, namun juga menyentakkan perhatian warga lokal.

Betapa tidak, dalam beberapa hari ini saja masih banyak warga Dharmasraya yang ndak obeh jo tumpak Candi Pulau Sawah. Padahal, kawasan yang diduga pernah menjadi ibukota kerajaan Melayu itu begitu kesohor akhir akhir ini di jagat maya dan jagat nyata.

"Koq ndak dek Festival Pamalayu ko, banyak warga ambo nan alun pernah ka Candi Pulau Sawah," kata Walinagari IV Koto Pulau Punjung, David Iskan.

Justru itulah sebenarnya yang menjadi sumber keresahaan dalam pangana Bupati Muda Sutan Riska Tuanku Kerajaan sebelum Festival Pamalayu digagas bersama dengan tokoh tokoh Dharmasraya.

Kawasan Candi Pulau Sawah yang akan menjadi pusat Festival Pamalayu adalah merupakan kawasan yang diyakini menjadi lokasi penting dari ibukota Kerajaan Malayu kuno. Di lokasi itu banyak ditemukan benda benda purbakala dan artefak kuno yang diduga merupakan peninggalan kerajaan. Saat ini Balai Pengelolaan Cagar Budaya (BPCB) Batusangkar tengah berupaya untuk menggali dan merekonstruksi reruntuhan bangunan kuno untuk kemudian dibangun kembali seperti bentuk semula.

Jika rekonstruksi ini selesai, maka kawasan Candi Pulau Sawah akan menjadi pusat pembelajaran sejarah, pusat penelitian arkeologi dan juga bakal menjadi objek wisata dengan bebagai kisah yang menyungkupnya. Dan ini juga yang dipikirkan oleh Bupati Sutan Riska sebelum menggagas pelaksanaan Festival Pamalayu.

Berada di Nagari Siguntur, Kecamatan Sitiung, Kawasan Candi Pulau Sawah dapat djangkau melalui berbagai akses arah. Dari Pulau Punjung bisa diakses melalui jalan baru samping rumah dinas bupati.

Bisa juga melalui akses jalan Simpang Silago belok kiri dari arah Kiliran Jao. Atau bisa pula melalui Simpang Tesko dekat Pasar Baru Pulau Punjung. Melalui jalan beraspal hotmik nan luas komplek Candi Pulau Sawah dapat diangkat dengan waktu setengah jam paling lama.

Dari jembatan kabel merah Batanghari, kawasan Candi Pulau Sawah juga bisa ditempuh melalui jalur sungai. Menggunakan kendaraan perahu tempek, waktu tempuh bisa dilalui sekitar kurang satu jam sebelum sampai di dermaga Pulau Sawah.

Sementara dari Simpang Sikabau, warga Kecamatan Koto Besar, Asam Jujuhan, Sungai Rumbai dan Koto Baru bisa mencapai Candi Pulau Sawah melalui jalur Siguntur. Dari Tapian Siguntur bisa memanfaatkan ponton untuk menyebarang ke dermaga Pulau Sawah.

Sementara dari Kecamatan Timpeh dan Padang laweh bisa menempuh jalan baru melalui kawasan wisata Bukit Lantak yang sudoh kesohor.

Cuma memang, instansi terkait kini sadang menyiapkan rambu lalulintas sementara atau mungkin penunjuk jalan agar masyarakat tidak tersesat yang ingin menyaksikan beraneka macam kegiatan Festival Pamalayu.(rea)