Ali Yusuf Minta Warisan Dunia UNESCO Dihelat

News | 16 Juli 2019
Ali Yusuf Bersama Menpar Arief Yahya di Lubang Mbah Soero (Dok)

SAWAHLUNTO - Label Warisan Dunia yang disematkan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) terhadap Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto, patut dan sangat layak dihelat dengan semarak.

Hal itu disampaikan Walikota Sawahlunto periode 2013 – 2018, Ali Yusuf dan menjadi harapannya kepada Pemerintah Kota Sawahlunto saat ini. Sebab, menurutnya masyarakat juga belum begitu tahu betapa pentingnya pengakuan internasional itu, bagi kemajuan kota yang pernah menjadi penghasil batu bara terbaik tersebut.

Menurut Ali Yusuf, meskipun diajukan pada waktu dirinya bersama Wakil Walikota Ismed memimpin di tahun 2015, bukan berarti hasil kerjanya ketika memimpin. Sebab penetapan Warisan Dunia UNESCO telah melalui rangkaian panjang.

Bahkan cikal bakalnya dimulai sejak 2004 lalu, dimana Walikota Amran Nur merevitalisasi aset bersejarah kota tambang dari PT Bukit Asam. Mungkin saja waktu itu belum terfikir akan diajukan ke UNESCO menjadi Warisan Dunia.

Namun, tongkat estafet kepemimpinan Kota Sawahlunto dari masa ke masa, tetap berlanjut dan memberikan peluang besar terangkatnya nama kota berpenduduk 65 ribu lebih ini di pentas dunia.

Bapak tiga anak kelahiran 11 Mei 1970 itu berharap, Walikota Sawahlunto, Deri Asta dan Wakil Walikota, Zohirin Sayuti menggelar helat akbar atas penyematan Warisan Dunia UNESCO.

“Yang pasti semua lapisan masyarakat harus tahu, betapa pentingnya status Warisan Dunia yang ditetap UNESCO. Hal ini peluang besar bagi pemerintah dan masyarakat Sawahlunto, khususnya dalam mengangkat perekonomian ke depan,” ujar Ali Yusuf kepada kabarita.co Selasa (16/7/2019).

Ali Yusuf mengenang, 2014 lalu Sawahlunto menjadi museum terbaik di Indonesia sekaligus dilabeli menjadi kota tua. Waktu itu, bersama Ketua DPRD Sawahlunto, Emeldi, ujarnya, Sawahlunto menerima penyematan tersebut.

Selanjutnya 2015, Sawahlunto masuk tentatif UNESCO. Maka dimulailah persiapan untuk mengajukan Sawahlunto menjadi Warisan Dunia. Awal 2018, Sawahlunto dundang khusus untuk mengekspos di depan Menteri Puan Maharani.

Begitu selanjutnya, pengajuan tersebut dilanjutkan dalam masa kepemimpinan pasangan Walikota dan Wakil Walikota, Deri Asta. Tentu hal itu menjadi sebuah bentuk kegigihan pemerintah melaksanakan program secara estafet.

Sementara itu, Walikota Sawahlunto, Deri Asta mengatakan, pemerintah tengah mempersiapkan alek akbar sebagai bentuk syukur pemerintah dan masyarakat atas status Warisan Dunia yang ditetapkan UNESCO.

“Saat ini kita sedang mempersiapkan alek akbar tersebut, termasuk sosialisasi ke tengah masyarakat tentang arti pentingnya Warisan Dunia UNESCO. Sebab, sangat dibutuhkan kebersamaan dalam pembangunan Sawahlunto ke depan,” ujarnya.

Menurut Deri Asta, direncanakan alek akbar untuk Warisan Dunia UNESCO akan digelar bersamaan dengan iven Sawahlunto Internasional Songket Silungkang Carnival (SISSCa), pada awal September mendatang.

Dalam iven itu, katanya, akan hadir tokoh-tokoh nasional, sehingga langkah dan tindaklanjut atas penetapan Warisan Dunia UNESCO ini akan dilakukan secara nasional.

Deri Asta meyakini, status Warisan Dunia UNESCO ini akan memberikan dampak besar bagi masyarakat Sawahlunto ke depan. Sebab, semua bisa memiliki peran serta dalam memanfaatkan momentum yang ada.(del)