Akupresur, Layanan Kesehatan Tradisional Andalan Puskesmas Kolok

News | 04 Agustus 2019
Layanan Akupresur

SAWAHLUNTO - Sejak dahulu, teknik pijat sudah banyak dikenal masyarakat sebagai alternatif menjaga kebugaran bahkan terapi pengobatan.

Pola dan praktik pemijatan banyak dan cukup berkembang di masyarakat, salah satunya adalah akupresur.

Untuk itu, pembinaan dan pengawasan terhadap pengobatan tradisional akupresur sangat diperlukan guna meningkatkan mutu pelayanan.

Terlebih, pelayanan akupresur diharapkan dapat diintegrasikan dalam pelayanan kesehatan di Puskesmas. Akupresur merupakan teknik kesehatan yang menerapkan tekanan ringan pada area atau titik tertentu di tubuh yang berhubungan dengan berbagai organ dan tubuh.

Kepala Puskesmas Kolok Reza Fadli didampingi Tenaga ahli akupresur Gia Kharisma Dewi menjelaskan kepada kabarita.co, bahwa terapi Akupresur ini untuk daerah Sumatera Barat baru diterapkan di Puskesmas Kolok, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto. 

"Untuk terapi akupresur dilakukan penekanan pada Titik-titik saraf selama 10 hingga 15 menit tergantung penyakit yang diderita pasien," ucap Gia selaku penanggung jawab klinik akupresur puskesmas kolok.

Selain terapi Akupresur, Reza Fadli mengatakan juga menerapkan pemeliharaan dan perawatan kebun tanaman obat keluarga dan edukasi pembuatan ramuan serta olahan dari tanaman tersebut. Untuk mendapatkan manfaat dari tanaman obat keluarga, tanaman tersebut bisa diolah secara alami dan mandiri. Seperti dengan menjadikan sebagai minuman, makanan serta kudapan.

"Kami berencana akan memfokuskan tanaman herbal ini di Puskesmas Kolok serta mengedukasikannya kepada masyarakat sehingga masyarakat dapat mengetahui manfaat dari tanaman herbal tersebut", urainya menjelaskan.

Reza berharap kedepannya di Puskesmas Kolok dapat mengembangkan tanaman herbal sehingga dapat dimanfaatkan secara menyeluruh. Bagi warga yang mengetahui tentang obat-obatan herbal, puskesmas kolok juga merangkul dan mencari perbandingannya sehingga dapat digunakan untuk kesehatan masyarakat.

"Di halaman Puskesmas kami juga menanam lebih kurang 100 macam jenis tanaman obat herbal serta manfaat dari tanaman tersebut," tandasnya.(ton)