X

90 Persen Barangin City Recidence Terjual

Ekonomi | 19 November 2018
Perumahan Barangin City Recidence

KARANG ANYAR - Perumahan bersubsidi masih menjadi pilihan bagi sebagian besar masyarakat Kota Sawahlunto. Setidaknya itu ditunjukan PT. Wijoyo Group, genap setahun melaksanakan pembangunan perumahan bersubsidi, 90 persen unit yang ditawarkan laku di pasaran.

Sejak mulai dibangun November 2017 lalu, hanya 10 persen yang masih menunggu peminat dari 123 unit yang ditawarkan.

"Kalau untuk pasar, perumahan bersubsidi masih memiliki potensi besar. Itu ditunjukan dengan permintaan yang masih tinggi," ujar Robi Harland, Site Manager PT. Wijoyo Group, pengembang perumahan Barangin City Recidence kepada kabarita.co, Senin (19/11).

Menurut Robi, peminat perumahan Barangin City Residence, sebenarnya sudah melampaui jumlah unit yang tersedia. Namun, beberapa konsumen belum bisa memenuhi kriteria yang ditetapkan pihak bank dalam pengajukan kredit.

Banyak calon konsumen, lanjut pria yang baru beberapa bulan menikah itu, terkendala ditolak bank. Mulai dari masalah BI cecking, dan jumlah kredit yang sudah terlalu banyak, serta gaji yang tidak mencukupi.

Perumahan Barangin City Residence, dibangun di atas lahan 2 hektar, di kawasan Karang Anyar Desa Santur, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto. Saat ini, dari 72 konsumen yang telah melalukan akad kredit atau jual beli, 16 diantaranya sudah menempati hunian senilai Rp130 juta itu.

Saat ini, dengan melibatkan tukang profesional, pembangunan Barangin City Residence terus dilakukan percepatan. Sebab, banyak konsumen yang sudah mendesak untuk menempati rumah yang mereka idamkan.

Perumahan bersubsidi Barangin City Residence, dilengkapi dengan fasilitas umum, pihak pengembang juga menyediakan lahan untuk pembangunan rumah ibadah, kawasan itu sangat cocok ditempati keluarga muda, dengan maksimal dua anak. 

Sedangkan untuk rumah sendiri, berukuran 36 meter persegi, dengan lahan seluas 104 meter persegi. Lantai rumah dipasangi keramik, planfon triplek, satu unit kamar mandi dan toilet, serta dua kamar tidur.

Hingga saat ini, beberapa unit perumahan yang sudah ditempati konsumen, tampak mulai direnovasi, bagian muka, samping dan belakang. Pengembang sendiri juga tengah melakukan prmbangunan akses air bersih bagi konsumen. 

Untuk masyarakat yang berminat, menurut Robi, dapat mengajukan kredit kepada pihak bank khususnya BTN. Jika disetujui bank, untuk uang muka terbilang sangat terjangkau. Konsumen hanya butuh menyediakan Rp2,5 juta uang muka, dengan angsuran Rp800 ribuan setiap bulannya.

Adi (34), salah seorang konsumen Barangin City Recidence mengatakan, memilih mengajukan kredit perumahan bersubsidi dibandingkan mengontrak rumah. "Dibandingkan ngontrak, uang keluarnya beda tipis. Ngontrak di Sawahlunto setidaknya Rp600 ribu per bulan. Sedangkan kredit, hanya Rp800 ribuan," ujarnya.

Bapak satu anak itu mengatakan, mengambil keputusan kredit rumah bersubsidi, sebagai langkah investasi bagi keluarga kecilnya. Apalagi, harga tanah dan properti cenderung mengalami kenaikan dari waktu ke waktu.(dil)