64 Tahun Jadi Guru Ngaji, AET Berangkatkan Nurhamidi ke Tanah Suci

News | 19 Desember 2019
Nurhamidi

SAWAHLUNTO - Ada banyak cara bagi Allah SWT dalam memanggil umat islam untuk bisa menginjakan kaki di tanah suci. Mulai dengan memberikan kelebihan harta, hingga dititipkan melalui saudara seimannya.

Begitulah yang dialami Nurhamidi, pria kelahiran Kubang 2 Januari, 74 tahun silam itu, mendapatkan apresiasi dari AET Travel Penjuru Wisata Negeri Cabang Kota Sawahlunto, berupa perjalanan umroh ke tanah suci, pada maret 2020 mendatang.

Nurhamidi diberikan kesempatan oleh pihak AET Travel Penjuru Wisata Negeri Cabang Sawahlunto, atas pengabdiannya sebagai guru mengaji alquran, yang sudah memasuki 64 tahun. Pengabdian yang terbilang lama, Nurhamidi telah mengajarkan alquran terhadap ribuan generasi muda yang pernah dekat dengannya.

Nurhamidi tidak bisa menghitung jumlah murid mengaji yang pernah singgah di surau maupun di rumahnya. Sebab, hitungannya sebagai guru mengaji sudah puluhan tahun. Sejak masih duduk di bangku kelas enam sekolah dasar, Nurhamidi sudah berstatus guru mengaji.

“Alhamdulillah, diberikan kesempatan untuk menginjakan kaki di tanah suci. Mudah-mudahan Allah SWT memberikan kesehatan, agar saya dapat menjalani ibadah umroh nantinya,” ungkap suami Darniati tersebut kepada kabarita.co.

Ayah empat anak dan kakek dari 13 cucu itu, mengaku sudah menjadi guru mengaji sejak masih duduk di kelas 6 sekolah dasar. Nurhamidi menjadi guru mengaji setidaknya 51 tahun di Surau Kapalo Koto, Nagari Kubang, Kota Sawahlunto.

Saat ini, pensiunan guru sekolah dasar tersebut, masih mengabdikan diri sebagai guru mengaji di TPQ Nur Saadah Sungkiang, Desa Silungkang Tigo. “Sekarang sudah 13 tahun mengajar di Surau Nur Saadah Sungkiang. Saya akan terus menjadi guru mengaji, hingga akhir hayat nanti,” ujarnya.

Pensiunan pegawai negeri sipil 2004 silam itu, juga merupakan guru sekolah dasar. Sekolahnya tempatnya mengabdi juga tidak sedikit. Mulai dari sekolah dasar di Nagari Kajai Kabupaten Solok, sekolah dasar di Nagari Lumindai, Nagari Lunto, dan SMP Muhammadiyah Silungkang, serta SDN 8 Silungkang Duo, dan SD di Bukik Kociak Silungkang Duo, hingga sekolah dasar di Nagari Taratak Boncah.

Selain di surau, jebolan sekolah pendidikan guru (SPG) Solok tahun 1969 itu, juga membuka kelas mengaji di rumahnya sendiri. Tidak hanya itu, Nurhamidi juga bersedia datang ke rumah, untuk mengajarkan alquran.

“Yang penting, mereka mau belajar alquran. Insha Allah, jika kesehatan mengizinkan saya akan datang dan siap untuk memberikan ilmu membaca alquran ini,” terangnya.

Agaknya semangat dan pengabdian panjang Nurhamidi itu pula, yang memotivasi Yusriman Taufik, Manager AET Travel Penjuru Wisata Negeri Cabang Kota Sawahlunto, untuk memberikan hadiah perjalanan ibadah umroh ke tanah suci.

Menurut Yusriman Taufik, sangat jarang di era kekinian, ada orang mampu bertahan dan berkomitmen memberikan sebagian besar waktunya di jalan Allah SWT, dengan menjadi guru mengaji alquran.

Tentu, lanjut Yusriman Taufik, semangat tersebut menjadi motivasi bagi seluruh umat islam, untuk terus memberikan perhatian terhadap perkembangan ilmu agama generasi muda ke depan. Sebab, tanggung jawab generasi yang akan datang, berada di tangan pemimpin dan generasi hari ini.(efj)