14 Destinasi Sawahlunto Bukukan 55.632 Kunjungan

News | 12 Juni 2019
Danau Kandi

SAWAHLUNTO – Nadi pariwisata Kota Sawahlunto kembali berdenyut, 14 destinasi wisata membukukan 55.632 kunjungan, sepanjang libur lebaran, dalam ring waktu 5 hingga 9 Juni 2019 lalu.

Kandi, Puncak Cemara dan Waterboom menjadi tiga pemuncak destinasi dengan pengunjung paling ramai, yang rata - rata di atas 2.000 pengunjung setiap hari. 

Sementara, sejumlah destinasi lain yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat setempat juga terpantau mengalami peningkatan kunjungan yang signifikan.

Salah satu destinasi yang dikelola mandiri oleh warga desa setempat adalah destinasi Danau Biru di Desa Batu Tanjung, Kecamatan Talawi. Dari data yang diberikan masyarakat di sana, tercatat selama 5 hari masa libur lebaran tercatat sebanyak 4.286 pengunjung. 

Bagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) 'Kota Arang' yang mengurus beberapa destinasi wisata andalan Sawahlunto, PT. Wahana Wisata Sawahlunto (WWS), libur lebaran ini menjadi momen untuk menunjukkan kembali eksistensi mereka di jagad pariwisata. Setelah sebelumnya sempat menghadapi rintangan internal dan turunnya daya kunjungan. 

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PT. WWS, Afridarman, Rabu (12/6/2019) menyebut, berbagai pembenahan yang dilakukan akhirnya mulai berbuah manis dengan meningkatnya kembali jumlah kunjungan. 

"Alhamdulillah, pembenahan yang kita lakukan, juga menambah wahana, termasuk mendatangkan harimau Sumatera ke Taman Satwa Kandih, berhasil meningkatkan daya tarik pengunjung. Mulai libur hari kedua, untuk di Kandih itu kunjungan tercatat 4.206, kemudian 5.324, puncaknya 7.046 dan kemudian 5.160. Di Waterboom juga kunjungan tercatat ramai, mulai libur hari kedua itu tercatat 1.873, lalu 2.710, puncaknya 4.053, kemudian 2.924," papar Afridarman.

Sementara, di kawasan pusat Kota, destinasi yang tersedia yakni kawasan kota tua yang menawarkan sejumlah museum, termasuk stasiun kereta api dengan inovasinya yakni resto dan cafe di atas gerbong kereta juga terpantau ramai dikunjungi. 

Di kawasan pusat kota ini, primadona destinasi adalah Puncak Cemara. Areal tempat memandang lanskap 'lembah' Kota Sawahlunto ini semakin ramai dikunjungi setelah penambahan dua wahana baru, yakni spot foto di balon udara dan gantole. 

"Di Puncak Cemara itu kunjungan tertinggi tercatat 2.481 pengunjung, pada Sabtu, 08 Juni 2019. Kemudian 2.440, lalu 2.321, kemudian 1.343 dan 356 pada hari lebaran," kata Kepala Bidang Destinasi, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Sawahlunto, Def Afriyanto. 

Menanggapi jumlah kunjungan tersebut, Walikota Sawahlunto Deri Asta mengapresiasi pihak terkait maupun masyarakat 'Kota Arang' yang ikut mendukung pariwisata. 

"Kita bersyukur, pengunjung destinasi mulai ramai kembali. Seperti di Kandih bahkan ada yang tembus sampai 7.000 pengunjung. Artinya wisata kita mulai eksis lagi," sebut Deri, usai melakukan kunjungan ke Kandih, di hari terakhir libur lebaran, Minggu 09 Juni 2019. 

Dikatakan Deri, hal tersebut merupakan buah dari keseriusan dan sinergi semua pihak dalam melakukan pembenahan dan mengoptimalkan pariwisata 'Kota Arang'. 

"Namun tentunya walau kita berhasil banyak pengunjung saat ini, kita tidak boleh lengah atau berpuas diri. Pekerjaan Rumah (PR) kita masih banyak, masih banyak yang perlu yang perlu kita tingkatkan, yang perlu kita pertahankan. Juga perlu kita rancang bagaimana di luar libur lebaran, destinasi kita tetap bisa memancing banyak pengunjung," ujar Deri. 

Sementara, respon dari para pengunjung terhadap destinasi - destinasi di 'Kota Arang' juga terpantau cukup bagus. Juga dari sebaran foto - foto pengunjung destinasi di ranah media sosial cukup ramai diunggah oleh warganet (netizen). 

Tentunya, tak ada gading yang tak retak. Sejumlah kekurangan juga masih melekat di berbagai destinasi wisata, hal tersebut dapar terlihat dari berbagai kritik dan saran yang disampaikan pengunjung, baik secara langsung pada pengelola destinasi maupun melalui jalur media sosial. Saran - saran yang masuk ini, dominan mengkritisi terkait urusan parkir. 

Menanggapi masuknya saran itu, Walikota Deri Asta menyatakan siap menindaklanjuti dan berterimakasih atas saran - saran yang diberikan tersebut. 

"Kita bersikap terbuka terhadap kritik dan saran. Sehingga terhadap saran - saran yang masuk kita berterimakasih. Menawarkan jasa, tentu kita harus siap menyesuaikan diri dengan selera konsumen, dalam hal ini pengunjung. Jadi saran yang masuk, tentu kita pertimbangkan, kita tindaklanjuti untuk perbaikan, sehingga pariwisata kita semakin baik," pungkas Deri Asta.(del)